Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

APBN Februari 2026 Defisit Rp135,7 Triliun, Belanja Negara Lampaui Pendapatan

apbn februari 2026 defisit rp135,7 triliun, belanja negara lampaui pendapatan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026 tercatat mengalami defisit. Pemerintah melaporkan selisih antara pendapatan dan belanja negara mencapai Rp135,7 triliun, atau sekitar 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara lebih tinggi dibandingkan penerimaan negara selama dua bulan pertama tahun anggaran 2026.

Advertisement

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, hingga 28 Februari 2026, pendapatan negara yang berhasil dihimpun mencapai Rp358 triliun. Sementara itu, total belanja negara pada periode yang sama tercatat sebesar Rp493,8 triliun.

Pendapatan negara berasal dari beberapa sumber utama. Penerimaan perpajakan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp245,1 triliun. Selain itu, sektor kepabeanan dan cukai menyumbang Rp44,9 triliun, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp68 triliun.

Baca Juga  Preman Berkedok Ormas Mewabah, Presiden Prabowo Mulai Gerah

Baca juga:PDI Perjuangan Buka Data APBN 2026, Dana MBG Jadi Sorotan Publik

Di sisi pengeluaran, belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp346,1 triliun, sedangkan transfer ke pemerintah daerah tercatat sebesar Rp147,7 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026), menyampaikan bahwa penerimaan pajak pada awal tahun ini menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, dalam dua bulan pertama tahun 2026, penerimaan pajak tumbuh sekitar 30 persen. Pemerintah berharap tren peningkatan tersebut dapat terus berlanjut seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi nasional.

Baca Juga  BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Kering, El Nino Berpotensi Muncul

Defisit APBN sendiri merupakan kondisi ketika pengeluaran pemerintah lebih besar dibandingkan pendapatan negara dalam suatu periode tertentu. Umumnya, selisih tersebut ditutup melalui berbagai skema pembiayaan negara yang telah ditetapkan dalam kebijakan fiskal pemerintah.

Baca juga:APBN Januari 2026 Solid, Pajak Melonjak 30,7 Persen

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan penerimaan negara serta efektivitas belanja negara guna menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026. (SN9)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini