Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Antrean BBM Mengular di Pematangsiantar, GAMPERA dan GIMP Desak SPBU Benahi Distribusi

antrean bbm mengular di pematangsiantar, gampera dan gimp desak spbu benahi distribusi
Ketua Harian GAMPERA, Yossia Sinaga dan Ketua GIMP, Indra Simarmata. (istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Garda Muda Peduli Masyarakat (GAMPERA) bersama Gerakan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda (GIMP) menyoroti antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Pematangsiantar dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta berdampak pada terganggunya aktivitas warga.

Advertisement

Ketua Harian GAMPERA, Yossia Sinaga, mengatakan antrean panjang yang terus terjadi menunjukkan perlunya pembenahan dalam sistem distribusi dan pelayanan di tingkat SPBU. Menurutnya, sebagai ujung tombak penyaluran energi kepada masyarakat, SPBU harus mampu mengelola pelayanan secara tertib dan profesional.

“Antrean panjang yang terus terjadi menunjukkan bahwa perlu ada pembenahan dalam manajemen distribusi dan pengaturan pelayanan di tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Masyarakat tidak boleh terus-menerus dirugikan akibat buruknya pengelolaan distribusi di lapangan,” ujar Yossia, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga  Tak Ada Kejelasan Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Horas Gelar Aksi di Medan

Baca juga:Medan Heboh! Isu Stok BBM 21 Hari Bikin Warga Serbu SPBU

Senada dengan itu, Ketua GIMP, Indra Simarmata, menegaskan bahwa distribusi BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.

Menurutnya, dalam situasi yang memicu kepanikan masyarakat, pengelola SPBU harus memastikan tidak ada praktik penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia juga meminta aparat penegak hukum turut melakukan pengawasan secara berkala.

“Dalam situasi seperti sekarang, pihak SPBU jangan sampai bekerja sama dengan oknum yang melakukan penimbunan BBM. Aparat penegak hukum juga harus melakukan pengawasan secara intensif. Selain itu, CCTV yang terhubung langsung dengan pihak Pertamina juga harus dipastikan berfungsi dengan baik dan tidak disalahgunakan,” kata Indra.

Baca Juga  Lewat Unjuk Rasa, Jaksa dan DPRD Siantar Diminta Usut Pembelian Eks Rumah Singgah

Kedua organisasi kepemudaan tersebut kemudian menyampaikan sejumlah sikap bersama, antara lain:

Mendesak seluruh pengelola SPBU di Kota Pematangsiantar segera memperbaiki manajemen distribusi BBM, termasuk pengaturan antrean kendaraan agar tidak terjadi penumpukan berkepanjangan.

Baca juga:Stok BBM di Siantar Aman, Warga Diimbau Tidak Panik

Meminta pengelola SPBU memperketat pengawasan terhadap proses pengisian BBM guna memastikan distribusi berjalan adil dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Menegaskan agar tidak ada praktik kerja sama dengan pihak-pihak yang melakukan penimbunan BBM yang dapat merugikan masyarakat.

Mendorong PT Pertamina (Persero) untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan SPBU, khususnya yang dinilai tidak mampu mengatur distribusi BBM secara tertib dan profesional.

Baca Juga  35 Stand Perusahaan Dibanjiri Pelamar di Aula Nommensen

Meminta Pemerintah Kota Pematangsiantar dan aparat terkait untuk melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi BBM di lapangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.

Lebih lanjut, Yossia menegaskan bahwa pengelola SPBU diharapkan tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Baca juga:Pemkab Tapteng Pastikan Stok BBM Aman, Koordinasi dengan Pertamina

“Kami berharap pengelola SPBU di Kota Pematangsiantar lebih serius dalam mengelola distribusi BBM. Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban akibat lemahnya pengaturan pelayanan di lapangan,” tutupnya. (SN14)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini