Pematangsiantar, Sinata.id – Garda Muda Peduli Masyarakat (GAMPERA) bersama Gerakan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda (GIMP) menyoroti antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Pematangsiantar dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta berdampak pada terganggunya aktivitas warga.
Ketua Harian GAMPERA, Yossia Sinaga, mengatakan antrean panjang yang terus terjadi menunjukkan perlunya pembenahan dalam sistem distribusi dan pelayanan di tingkat SPBU. Menurutnya, sebagai ujung tombak penyaluran energi kepada masyarakat, SPBU harus mampu mengelola pelayanan secara tertib dan profesional.
“Antrean panjang yang terus terjadi menunjukkan bahwa perlu ada pembenahan dalam manajemen distribusi dan pengaturan pelayanan di tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Masyarakat tidak boleh terus-menerus dirugikan akibat buruknya pengelolaan distribusi di lapangan,” ujar Yossia, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga:Medan Heboh! Isu Stok BBM 21 Hari Bikin Warga Serbu SPBU
Senada dengan itu, Ketua GIMP, Indra Simarmata, menegaskan bahwa distribusi BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.
Menurutnya, dalam situasi yang memicu kepanikan masyarakat, pengelola SPBU harus memastikan tidak ada praktik penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia juga meminta aparat penegak hukum turut melakukan pengawasan secara berkala.
“Dalam situasi seperti sekarang, pihak SPBU jangan sampai bekerja sama dengan oknum yang melakukan penimbunan BBM. Aparat penegak hukum juga harus melakukan pengawasan secara intensif. Selain itu, CCTV yang terhubung langsung dengan pihak Pertamina juga harus dipastikan berfungsi dengan baik dan tidak disalahgunakan,” kata Indra.
Kedua organisasi kepemudaan tersebut kemudian menyampaikan sejumlah sikap bersama, antara lain:
Mendesak seluruh pengelola SPBU di Kota Pematangsiantar segera memperbaiki manajemen distribusi BBM, termasuk pengaturan antrean kendaraan agar tidak terjadi penumpukan berkepanjangan.
Baca juga:Stok BBM di Siantar Aman, Warga Diimbau Tidak Panik
Meminta pengelola SPBU memperketat pengawasan terhadap proses pengisian BBM guna memastikan distribusi berjalan adil dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Menegaskan agar tidak ada praktik kerja sama dengan pihak-pihak yang melakukan penimbunan BBM yang dapat merugikan masyarakat.
Mendorong PT Pertamina (Persero) untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan SPBU, khususnya yang dinilai tidak mampu mengatur distribusi BBM secara tertib dan profesional.
Meminta Pemerintah Kota Pematangsiantar dan aparat terkait untuk melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi BBM di lapangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
Lebih lanjut, Yossia menegaskan bahwa pengelola SPBU diharapkan tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Baca juga:Pemkab Tapteng Pastikan Stok BBM Aman, Koordinasi dengan Pertamina
“Kami berharap pengelola SPBU di Kota Pematangsiantar lebih serius dalam mengelola distribusi BBM. Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban akibat lemahnya pengaturan pelayanan di lapangan,” tutupnya. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini