Medan, Sinata.id — Isu yang beredar cepat di media sosial tentang stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut hanya tersisa 21 hari memicu kepanikan warga di Kota Medan. Sejak pagi, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dipadati kendaraan yang ingin mengisi tangki lebih awal.
Fenomena ini membuat antrean kendaraan mengular panjang di beberapa titik SPBU, bahkan hingga keluar ke badan jalan. Situasi tersebut sempat menimbulkan kemacetan di ruas jalan yang berada di sekitar lokasi pengisian BBM.
Kabar mengenai stok BBM yang diklaim hanya cukup untuk tiga pekan ke depan menyebar luas melalui pesan berantai dan media sosial. Informasi tersebut langsung memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Kemenhub Siapkan 841 Kapal Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Tiket Gratis Dibuka 6 Maret
Sejumlah pengendara mengaku datang lebih awal untuk mengisi BBM karena takut tidak kebagian jika kelangkaan benar-benar terjadi.
Salah seorang warga yang ikut mengantre mengaku terpancing oleh kabar tersebut.
“Ada yang bilang stok BBM tinggal 21 hari lagi, makanya saya ke sini, saya mau isi Pertalite, takut langka,” ujarnya, dikutip Jumat (6/3/2026).
Namun saat tiba di lokasi, ia justru mendapati kondisi SPBU sudah dipenuhi kendaraan lain yang memiliki kekhawatiran serupa.
Antrean Mengular, Truk dan Kendaraan Pribadi Berebut Solar
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan paling banyak terlihat pada kendaraan angkutan barang yang mencari BBM jenis solar. Truk-truk logistik bahkan terlihat mengantre sejak pagi hari di beberapa SPBU di Kota Medan.
Kondisi ini berdampak pada kendaraan pribadi yang hendak mengisi Pertalite atau jenis BBM lainnya. Mereka terpaksa menunggu lebih lama karena antrean kendaraan besar memenuhi jalur pengisian.
Di sejumlah lokasi, antrean kendaraan bahkan meluas hingga ke luar area SPBU sehingga memperlambat arus lalu lintas di sekitarnya.
Pemerintah dan Pengusaha Migas Minta Warga Tidak Panik
Menanggapi fenomena tersebut, pihak pengusaha migas di Sumatera Utara mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum tentu benar.
Ketua DPC Hiswana Migas Sumatera Utara, Haris Razali, menegaskan bahwa pasokan BBM untuk wilayah Sumatera Utara masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena justru berpotensi memicu kepanikan yang lebih luas.
Menurutnya, distribusi BBM akan tetap berjalan normal selama masyarakat tidak melakukan panic buying.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kekhawatiran warga juga dipicu oleh kabar terkait situasi geopolitik di Timur Tengah yang disebut-sebut berdampak pada distribusi minyak dunia.
Padahal, pemerintah sebelumnya telah memastikan cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 90 hari ke depan sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika global. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini