Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K •DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Regional

Antispasi Kekeringan, Strategi Ganda Pemkab Tapsel: Irigasi Dipercepat, Benih Tahan Kering Diperluas

ancaman kekeringan ekstrem 2026 mulai direspons serius pemerintah daerah. bupati tapanuli selatan, gus irawan pasaribu, menyiapkan strategi ganda, dengan mempercepat perbaikan irigasi dan memperluas penggunaan varietas padi tahan kering untuk menjaga produksi pangan.
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu

Jakarta, Sinata.id – Ancaman kekeringan ekstrem 2026 mulai direspon serius pemerintah daerah. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyiapkan strategi ganda, dengan mempercepat perbaikan irigasi dan memperluas penggunaan varietas padi tahan kering untuk menjaga produksi pangan.

Langkah itu mengemuka usai ia mengikuti rapat koordinasi nasional mitigasi kekeringan di Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Senin, (20/4/2026).

Advertisement

Rakor tersebut digelar menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi kekeringan ekstrem.

“Tahapnya sudah finalisasi, terutama dukungan APBN untuk penguatan irigasi. Ini krusial bagi daerah seperti kami,” kata Gus Irawan.

Tekanan terhadap sektor pertanian di Tapanuli Selatan tidak ringan. Lebih dari 3.000 hektare sawah dilaporkan gagal panen akibat gangguan iklim.

Baca Juga  Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Desa Binaan UP2K-PKK Desa Sugi

Kondisi itu mendorong pemerintah daerah mengubah pendekatan, dari sekadar pemulihan menjadi peningkatan produktivitas.

Selain rehabilitasi sekitar 600 hektare lahan, Pemkab mengandalkan varietas padi Gamagora yang diklaim mampu berproduksi hingga 9,6 ton per hektare. Varietas ini mulai diperluas di sejumlah titik sebagai respons atas menurunnya ketersediaan air.

“Ini bukan sekadar inovasi, tapi kebutuhan. Kita harus adaptif terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Untuk menopang program tersebut, pemerintah daerah juga melatih penangkar benih agar pasokan tetap terjaga saat musim kering.

Di tingkat pusat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyiapkan paket kebijakan komprehensif, mulai dari benih tahan kekeringan, mekanisasi, pembangunan embung, hingga pompanisasi.

Baca Juga  Tapsel Pacu Ekonomi Lokal di Tengah Gejolak Global

Ia menyebut anggaran sektor pertanian mencapai sekitar Rp40 triliun, dengan prioritas pada daerah yang dinilai siap dan responsif.

“Yang serius dan datanya jelas akan diprioritaskan. Ini program untuk menjaga produksi nasional,” kata Amran.

Pemerintah menargetkan wilayah tadah hujan yang selama ini hanya panen sekali setahun bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali musim tanam melalui optimalisasi sumber air.

Bagi Tapanuli Selatan, kombinasi percepatan irigasi dan inovasi benih menjadi kunci. Di tengah ancaman kekeringan, strategi itu diharapkan mampu menahan penurunan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan pangan petani. (SN18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini