Pematangsiantar, Sinata.id — Tradisi adat Pakpak Dairi kembali dilaksanakan melalui upacara mengkelembisi sebagai bentuk ucapan syukur atas kelahiran seorang anak. Prosesi adat tersebut dilangsungkan atas kelahiran Majagiah Resilio Sinamo, anak pertama dari pasangan Wanda Mehangga Sinamo dan Asri Yuni Pratiwi Saragih, yang lahir pada Jumat, 6 Februari 2026.

Acara mengkelembisi dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026, di kediaman keluarga Wanda Mehangga Sinamo, Jalan Rakutta Sembiring, Perumahan Grand Rakutta Indah Nomor 42–43, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan sarat nuansa budaya Pakpak Dairi, dihadiri keluarga terdekat sebagai bentuk dukungan serta doa bersama.
Dalam tradisi Pakpak Dairi, mengkelembisi merupakan upacara adat yang dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas kelahiran anak, sekaligus memohon perlindungan, kesehatan, dan berkat bagi bayi yang baru lahir. Prosesi ini juga menjadi simbol doa agar sang anak tumbuh dalam keselamatan serta dijauhkan dari segala marabahaya.
Pada pelaksanaannya, keluarga menyerahkan manuk (ayam) sebagai bagian dari simbol adat kepada orang tua bayi. Penyerahan tersebut mengandung makna doa dan restu agar anak yang lahir memperoleh perlindungan sepanjang hidupnya serta berkat Tuhan sebagai penuntun dalam setiap langkah kehidupannya.
Selain itu, dalam acara tersebut, para anggota keluarga yang hadir secara bergantian menyampaikan ucapan syukur atas kelahiran putra pertama pasangan Wanda Mehangga Sinamo dan Asri Yuni Pratiwi Saragih, yakni Majagiah Resilio Sinamo. Ucapan syukur tersebut berisi doa, nasihat, serta harapan agar sang anak tumbuh sehat, berbakti kepada orang tua, dan menjadi pribadi yang takut akan Tuhan.
Keluarga juga memanjatkan doa agar rezeki orang tua Majagiah Resilio Sinamo senantiasa dilimpahkan, sehingga seluruh kebutuhan sang anak dapat tercukupi. Doa-doa tersebut dipanjatkan agar Majagiah Resilio Sinamo tumbuh sehat, kuat, serta dijauhkan dari roh-roh jahat, penyakit, dan berbagai malapetaka.
Upacara mengkelembisi tidak hanya menjadi simbol adat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan serta meneguhkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat Pakpak Dairi. Tradisi ini menegaskan pentingnya kebersamaan, doa, dan harapan baik bagi generasi penerus.
Dengan dilaksanakannya prosesi adat tersebut, keluarga besar berharap agar Majagiah Resilio Sinamo senantiasa berada dalam lindungan Tuhan, diberi kesehatan, umur panjang, serta masa depan yang penuh berkat. (SN7)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini