Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K •DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Progres Tol Trans Sumatera Tahap II: Seksi 4 Hampir Rampung, Seksi 3 Sudah Beroperasi

pembangunan jalan tol trans sumatera (jtts) tahap ii terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Medan, Sinata.id – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II terus menunjukkan kemajuan signifikan. PT Hutama Karya (Persero) melaporkan perkembangan terbaru proyek Tol Betung-Tempino-Jambi yang membentang sepanjang 170 kilometer.

Tol Trans Sumatera Tahap II

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, dalam keterangannya pada Senin 14 April 2025, menyampaikan bahwa setiap seksi proyek mengalami progres yang bervariasi.

Advertisement

Seksi 1, yang menghubungkan Betung hingga Tungkal Jaya sepanjang 62,38 km, tercatat mencapai 15,29% progres fisik dengan 25,47% pembebasan lahan. Sementara itu, Seksi 2 dari Tungkal Jaya ke Bayung Lencir sejauh 54,32 km baru menyentuh 4,79% konstruksi dan 20,25% lahan yang telah dibebaskan.

Baca Juga  Jasa Marga Antisipasi Lonjakan Mudik di Tol Belmera dan MKTT

Adapun Seksi 4, ruas Tempino menuju Ness sepanjang 18,5 km, menjadi yang paling mendekati penyelesaian dengan progres konstruksi mencapai 80,04% dan 98,72% lahan telah dibebaskan. Sedangkan Seksi 3, yakni Bayung Lencir-Tempino, telah rampung dan resmi beroperasi.

“Keempat seksi proyek ini ditargetkan tuntas secara bertahap mulai pertengahan 2025 hingga akhir 2026, sementara Seksi 3 sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Adjib, dikutip Sinata.id, Selasa 15 April 2025.

Untuk mempercepat pelaksanaan proyek strategis ini, Hutama Karya mengandalkan berbagai pendekatan inovatif. Teknologi seperti Building Information Modelling (BIM), pemetaan topografi menggunakan UAV Lidar, hingga pemantauan harian berbasis dashboard ArcGIS diterapkan guna menjamin efisiensi dan ketepatan dalam proses konstruksi.

Baca Juga  Harris Turino Soroti Keresahan Guru Honorer Pascaterbitnya SE Kemendikdasmen

Tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, proyek ini juga membawa dampak ekonomi langsung melalui penciptaan 4.620 lapangan kerja baru. Selain itu, kontribusi sosial turut hadir lewat pemberdayaan UMKM di kawasan rest area serta pembangunan fasilitas crossing seperti overpass dan underpass demi mendukung kelancaran mobilitas warga.

“Ke depan, kami berharap pembangunan jalan tol ini dapat terhubung langsung ke ruas Jambi-Rengat yang kini sedang dalam tahap perencanaan. Ini akan semakin memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatera,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, hingga kini Hutama Karya telah menggarap jalan tol Trans Sumatera sepanjang kurang lebih 1.235 km. Beberapa ruas yang telah beroperasi penuh di antaranya:

Baca Juga  Ravindra Airlangga Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat IEU-CEPA

  • Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (140 km)

  • Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km)

  • Palembang–Indralaya (22 km)

  • Medan–Binjai (17 km)

  • Pekanbaru–Dumai (132 km)

  • Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (49 km)

  • Binjai–Pangkalan Brandan (58 km)

  • Bengkulu–Taba Penanjung (17 km)

  • Pekanbaru–Bangkinang (31 km)

  • Bangkinang–XIII Koto Kampar (25 km)

  • Indralaya–Prabumulih (64 km)

  • Indrapura–Kisaran (48 km)

  • Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Sinaksak (91 km)

Proyek JTTS ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung konektivitas darat Sumatera serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini