Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
NewsSimalungun

Warga Bangun Jembatan Roboh Hubungkan Dua Desa di Simalungun

warga bangun jembatan roboh hubungkan dua desa di simalungun
Jembatan penghubung dua desa yang ambruk. (Foto: sinata/sawal)

Simalungun, Sinata.id – Sejak roboh pada Februari 2025, jembatan penghubung Nagori (Desa) Senio dan Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Gunung Malela, belum mendapat perhatian dari Pemkab Simalungun. Warga setempat kemudian secara swadaya membangun kembali jembatan agar bisa difungsikan.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Bah Bolon merupakan rel kereta api barang (Muntik, red) peninggalan jaman Belanda. Juga sebagai rute menuju objek wisata Pemandian Alam Sejuk (PAS) Timuran.

Advertisement

Di samping itu jembatan turut menjadi pilihan masyarakat karena bisa mempercepat menuju Jalan Asahan yang hanya berjarak sekitar satu kilometer.

Pada 11 Februari 2025, jembatan ambruk setelah diterjang banjir akibat hujan deras. Pondasi jembatan di bibir sungai tergerus air hingga akhirnya struktur jembatan runtuh.

Baca Juga  Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Jelang Libur Panjang

Pasca ambruk, warga sempat menunggu lebih dari sebulan, namun tidak ada perhatian dari pemerintah. Warga lalu memutuskan membangun ulang jembatan tersebut secara mandiri.

“Rencananya jembatan itu akan dibangun agak lebar sehingga mobil bisa masuk, memang selama ini mobil pribadi bisa melintas tapi tak semua berani karena memang terlalu sempit,” ungkap Jonni Damanik, panitia pembangunan jembatan.

Jonni menambahkan, pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen namun terkendala biaya.

“Sudah 4 bulan ini proses pembangunannya, masyarakat harus bergotong royong untuk pembangunan. Maka setiap minggu kita wajibkan pengelola PAS Timuran maupun masyarakat untuk melakukan gotong royong, itupun kalau material ada,” ujarnya ditemui di sekitar jembatan, Kamis (07/08/2025) sore.

Baca Juga  Hindari Tabrakan, Mobil Dinas Sekretariat DPRD Simalungun Terbalik di Dolog Masagal

Meski belum mendapat bantuan, Jonni memahami keterbatasan anggaran pemerintah. “Wajar saja ketika pemerintah tidak bisa menurunkan anggarannya. Hal ini dikarenakan jembatan tersebut bukan jembatan utama, melainkan jalur alternatif,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya berencana mengajukan permohonan kepada Perkebunan PTPN IV Kebun Bangun agar lahan di sekitar lokasi dihibahkan untuk dijadikan jalan umum.

“Agar dapat dibangun pemerintah supaya nantinya wisatawan yang mau datang ke Timuran lebih dekat,” tutupnya. (SN13)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini