Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Viral Semburan Lumpur di Samosir Gegerkan Warga: Fenomena Alam atau Pertanda Bencana?

semburan lumpur di samosir muncul dari dalam tanah. (fb)
Semburan lumpur di Samosir muncul dari dalam tanah. (FB)

Samosir, Sinata.id Sebuah fenomena alam tak lazim mengejutkan warga Desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Dalam keterangan video yang beredar disebutkan, peristiwa terjadi sejak Selasa, 29 Mei 2025, semburan lumpur muncul dari dalam tanah dan terus berlangsung hingga kini.

Advertisement

Kemunculannya memicu kekhawatiran warga setempat dan menciptakan gelombang spekulasi di media sosial.

Semburan lumpur ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan tragedi Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang sempat menjadi bencana nasional pada tahun 2006.

Kendati skalanya masih jauh lebih kecil, namun sifat lumpur yang terus menyembur dari bawah permukaan tanah membuat fenomena ini tak bisa dianggap remeh.

Baca Juga  Jejak Abu Vulkanik Toba Capai 7.300 Km dari Sumatera Utara

Warna Air Danau Toba Berubah, Ribuan Ikan Mati

Menambah kekhawatiran masyarakat, fenomena ini terjadi tak lama setelah air Danau Toba yang terletak tak jauh dari lokasi semburan mendadak berubah warna menjadi keruh, kekuningan seperti lumpur.

Perubahan drastis tersebut disertai dengan matinya ribuan ekor ikan secara massal, serta laporan mengenai kebakaran hutan di beberapa titik di sekitar kawasan Samosir.

Masyarakat pun mulai mengaitkan rangkaian peristiwa ini sebagai tanda adanya gejala geologi atau bahkan pertanda bencana yang lebih besar.

Netizen Resah

Video semburan lumpur pertama kali menjadi viral setelah diunggah oleh akun Facebook bernama Vegas Tamba pada Rabu, 30 Juli 2025.

Sejak saat itu, kolom komentar dipenuhi dengan beragam reaksi dari warganet, mulai dari analisis amatir hingga spekulasi bernuansa spiritual.

Baca Juga  7 Anggota Brimob Polda Metro Diperiksa Propam Terkait Kematian Affan

“Tandanya gunung di Toba Samosir aktif. Waspadalah…” tulis akun Dedy Silitonga dalam kolom komentar.

Sementara itu, akun Starki Simbolon menanggapi dengan pendekatan religius. “Kemungkinan itu boa-boa, pertanda sesuatu yang buruk akan datang. Mari merendahkan hati berdoa meminta pengampunan Tuhan atas Pulo Samosir dan sekitarnya, supaya terlindung dari hal-hal gaib dan niat jahat si iblis,” tulisnya.

Kekhawatiran juga disampaikan oleh warganet bernama Toni Carmel yang berharap agar pemerintah segera turun tangan melakukan penelitian mendalam.

“Lumpur yang dari dalam bumi itu secepatnya harus diteliti. Semoga jangan seperti lumpur Lapindo,” tulisnya.

Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Badan Geologi maupun pihak terkait lainnya mengenai penyebab pasti semburan lumpur tersebut. Namun, warga berharap agar pihak berwenang tidak mengabaikan kejadian ini, mengingat posisi geografis Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba — sebuah danau vulkanik purba yang terbentuk dari letusan supervolcano ribuan tahun silam. (*)

Baca Juga  82.274 Peserta Lulus SPAN-PTKIN 2026, Begini Cara Cek Hasil & Daftar Ulang

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini