Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Driver Online Minta Potongan Komisi Diturunkan

harga pertamax naik jadi rp16.250, driver online minta potongan komisi diturunkan
Sugiyanto, pengemudi taksi online, saat ditemui di kawasan Tamini Square, Jakarta, Rabu (10/6/2026. (sinata)

Jakarta, Sinata.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai semakin membebani para mitra pengemudi transportasi online, baik ojek online maupun taksi daring seperti Gojek dan Grab.

Salah seorang pengemudi taksi online, Sugiyanto, mengaku lonjakan harga Pertamax berdampak langsung terhadap pendapatan bersih yang dibawanya pulang setiap hari. Menurutnya, biaya operasional kendaraan kini semakin besar, sementara penghasilan yang diperoleh tidak mengalami peningkatan.

Advertisement

“Sudah tambah sulit, Mas. Penghasilan sehari yang dibawa pulang sekarang pas-pasan. Pemasukan tipis, sementara pengeluaran semakin besar. Jadi makin berat karena penghasilan tidak mampu menutupi biaya operasional,” ujar Sugiyanto saat ditemui Sinata.id di kawasan depan Mal Tamini Square, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga  BLT Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus Cair Hari Ini, Langsung Masuk ke Rekening Penerima

Ia berharap perusahaan penyedia layanan transportasi online dapat melakukan penyesuaian terhadap kebijakan potongan komisi yang dibebankan kepada para mitra pengemudi.

Sebagai mitra pengemudi taksi daring, Sugiyanto mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kenaikan harga BBM tersebut. Namun, ia berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada para pengemudi agar kesejahteraan mereka tetap terjaga.

“Iya, mau bagaimana lagi, Mas. Kita harus terus bekerja mengantar penumpang, sementara biaya operasional semakin besar. Kalau soal rezeki, biarlah Tuhan yang mengatur,” ucapnya.

Menurut Sugiyanto, penyesuaian potongan komisi dari aplikator dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu meringankan beban para pengemudi yang saat ini menghadapi kenaikan biaya operasional akibat naiknya harga BBM.

Baca Juga  Lestari Moerdijat Minta Pembelajaran Daring Disiapkan Dengan Matang

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk para pengemudi transportasi online yang mengandalkan kendaraan sebagai sumber penghasilan utama. (SN27)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini