Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya kesiapan matang dalam rencana penerapan kembali pembelajaran daring.
Ia menilai, kebijakan tersebut harus dirancang secara komprehensif agar tujuan proses belajar mengajar tetap tercapai secara optimal.
Menurut Lestari, sinkronisasi kebijakan antara kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci. Hal ini untuk memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan hak belajar dalam sistem pembelajaran jarak jauh.
Wacana ini muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan rencana penghematan BBM melalui efisiensi operasional, termasuk di sektor pendidikan.
Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah kembali menerapkan metode pembelajaran daring, seperti yang pernah dilakukan saat pandemi COVID-19.
Lestari mengingatkan, pengalaman sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Ia menilai, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di masa lalu masih menyisakan berbagai kendala.
Mulai dari kesiapan tenaga pengajar yang terbatas, beban tambahan bagi orang tua, hingga menurunnya kualitas pembelajaran siswa.
“Jangan sampai kesalahan yang sama terulang,” ujarnya.
Ia menegaskan, selain kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital juga harus diperhatikan secara serius.
Distribusi perangkat teknologi oleh pemerintah, seperti laptop, papan interaktif, hingga akses internet, dinilai perlu diiringi dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.
Politisi dari Partai NasDem itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pelaksanaan pembelajaran daring dapat berjalan efektif dan merata.
Pada akhirnya, Lestari berharap kualitas pendidikan tetap terjaga. Ia menilai keberlangsungan proses belajar yang baik menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang mampu bersaing di masa depan. (A18)
Sumber: Parlementaria









Jadilah yang pertama berkomentar di sini