Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Lestari Moerdijat Minta Pembelajaran Daring Disiapkan Dengan Matang

lestari moerdijat minta pembelajaran daring disiapkan dengan matang
Lestari Moerdijat

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya kesiapan matang dalam rencana penerapan kembali pembelajaran daring.

Ia menilai, kebijakan tersebut harus dirancang secara komprehensif agar tujuan proses belajar mengajar tetap tercapai secara optimal.

Advertisement

Menurut Lestari, sinkronisasi kebijakan antara kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci. Hal ini untuk memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan hak belajar dalam sistem pembelajaran jarak jauh.

Wacana ini muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan rencana penghematan BBM melalui efisiensi operasional, termasuk di sektor pendidikan.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah kembali menerapkan metode pembelajaran daring, seperti yang pernah dilakukan saat pandemi COVID-19.

Baca Juga  Anggota DPR, Once Mekel Dorong Regulasi Hak Cipta yang Lebih Seimbang

Lestari mengingatkan, pengalaman sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Ia menilai, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di masa lalu masih menyisakan berbagai kendala.

Mulai dari kesiapan tenaga pengajar yang terbatas, beban tambahan bagi orang tua, hingga menurunnya kualitas pembelajaran siswa.

“Jangan sampai kesalahan yang sama terulang,” ujarnya.

Ia menegaskan, selain kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital juga harus diperhatikan secara serius.

Distribusi perangkat teknologi oleh pemerintah, seperti laptop, papan interaktif, hingga akses internet, dinilai perlu diiringi dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

Politisi dari Partai NasDem itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pelaksanaan pembelajaran daring dapat berjalan efektif dan merata.

Baca Juga  Kritik terhadap KUHP–KUHAP Dinilai Wajar, Adang: Demokrasi Menjamin Ruang Koreksi

Pada akhirnya, Lestari berharap kualitas pendidikan tetap terjaga. Ia menilai keberlangsungan proses belajar yang baik menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang mampu bersaing di masa depan. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini