New Delhi, Sinata.id – Ribuan anak muda India yang tergabung dalam gerakan satir “Cockroach Janta Party” (CJP) atau Partai Kecoak turun ke jalan di New Delhi, Sabtu (6/6/2026), menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan.
Gerakan tersebut muncul sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai merugikan generasi muda India, mulai dari kebocoran soal ujian nasional hingga tingginya angka pengangguran.
Nama CJP merupakan sindiran terhadap Bharatiya Janata Party (BJP), partai yang dipimpin Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Meski menggunakan nama yang bernuansa politik, CJP bukanlah partai resmi. Gerakan ini dibentuk sebagai wadah kritik bagi kaum muda yang merasa aspirasi mereka diabaikan oleh pemerintah.
Berawal dari Pernyataan Kontroversial Hakim Agung
CJP lahir pada 16 Mei 2026 setelah Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, menuai kontroversi karena menyebut sebagian pemuda pengangguran sebagai “parasit” dan “kecoak” dalam sebuah persidangan.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan luas di media sosial. Meski Surya Kant kemudian menyatakan komentarnya telah disalahartikan, kritik dari kalangan muda terus berkembang dan melahirkan gerakan Partai Kecoak.
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, awalnya membuat situs web parodi yang menyebut gerakannya sebagai rumah bagi “orang-orang yang terlupakan” dan suara bagi jutaan anak muda India yang kecewa terhadap politik tradisional.
Dalam waktu singkat, gerakan tersebut menjadi viral dan berhasil menarik perhatian jutaan pengguna media sosial.
Protes Dipicu Kebocoran Soal Ujian Kedokteran
Demonstrasi di New Delhi dipicu oleh pembatalan ujian masuk kedokteran nasional atau National Eligibility Entrance Test Undergraduate (NEET-UG) yang digelar pada 12 Mei 2026.
Pemerintah membatalkan ujian tersebut setelah ditemukan indikasi kebocoran soal yang diduga diperjualbelikan dengan harga antara 500.000 hingga 3 juta rupee.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini