Tapanuli Utara, Sinata.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0210/TU menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial Tahun Anggaran 2026 dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Masyarakat dan Komponen Bangsa dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 0210/TU”, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Acara ini bertujuan memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasundutan, Toba, dan Samosir.
Ketua Tim Binkom, Letkol Inf. Fernando Batubara, didampingi Serka Ronald Prasetyo dan Sertu Anggi Madixion Candra, menjelaskan bahwa pembinaan komunikasi dalam pencegahan konflik sosial memiliki peran strategis di tengah berbagai dinamika yang dapat memengaruhi stabilitas nasional.
Menurut Fernando, konflik sosial dapat muncul akibat berbagai faktor, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga sengketa wilayah. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
“Konflik sosial dapat muncul akibat berbagai faktor, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun sengketa wilayah. Karena itu diperlukan peran aktif seluruh komponen bangsa untuk melakukan pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tapanuli Utara hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Meski demikian, seluruh elemen masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat komunikasi guna mengantisipasi potensi konflik sosial.
“Melalui kegiatan Binkom ini, saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan sehingga situasi yang aman dan kondusif di Taput tetap terpelihara,” kata Ronald.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak yang diwakili Kabag Ops AKP Jimmi Charles Hutajulu menekankan pentingnya penegakan hukum dalam penanganan konflik sosial.
Menurutnya, aparat kepolisian bersama seluruh pemangku kepentingan harus mampu mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur apabila muncul potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Taput, Erikson Siagian, yang turut menjadi narasumber menegaskan pentingnya peran seluruh komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat untuk mendeteksi serta menyelesaikan berbagai persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait harus mampu mendeteksi dan menyelesaikan persoalan sejak dini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar. Mari bekerja sama dan mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang muncul,” ungkap Erikson.
Selain pemaparan materi, kegiatan Binkom juga membahas pengertian konflik sosial, sumber-sumber konflik, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0210/TU berharap terbangun kesadaran bersama dalam menjaga kerukunan, memperkuat komunikasi antarunsur masyarakat, serta menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Taput dan sekitarnya. (SN15)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini