Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Selat Solo Jadi Rekomendasi Menu Idul Adha, Perpaduan Kuliner Jawa dan Belanda

selat solo jadi rekomendasi menu idul adha, perpaduan kuliner jawa dan belanda
Ilustrasi Selat Solo. (kompas)

Jakarta, Sinata.id – Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan Selat Solo sebagai salah satu hidangan menarik untuk disajikan saat Idul Adha.

Menurutnya, makanan khas Jawa Tengah tersebut merupakan perpaduan budaya kuliner Indonesia dan Belanda.

Advertisement

“Selat Solo itu menurut saya adalah akulturasi dari biefstuk atau bistik khas Belanda, tetapi dengan cita rasa yang manis dan sangat Jawa,” ujar Ade di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Saat Idul Adha, masyarakat umumnya mengolah daging kurban menjadi sate, gulai, atau masakan bersantan lainnya. Namun, Ade menilai olahan daging kurban sebenarnya bisa dikreasikan menjadi berbagai hidangan yang lebih variatif.

Ia menjelaskan Selat Solo merupakan hasil akulturasi budaya kuliner antara Keraton Surakarta dan Belanda pada masa kolonial. Hidangan ini menggunakan bahan dasar daging sapi yang dipadukan dengan rempah-rempah khas Jawa.

Baca Juga  Barcelona vs Bilbao, Susunan Pemain - Prediksi Kemenangan

Selat Solo memiliki ciri khas berupa kuah kaldu bening dengan tambahan kecap manis, telur bacem, kentang goreng, acar, kacang, dan bawang.

Di Belanda sendiri, biefstuk dikenal sebagai sajian daging panggang yang biasanya disajikan bersama kentang tumbuk dan sayuran, serta pernah menjadi makanan kalangan bangsawan.

Ade juga mengatakan masakan Idul Adha tidak harus selalu identik dengan santan atau kuah gulai. Daging sapi maupun kambing bisa diolah menjadi hidangan lain seperti lada hitam, bistik, hingga krengsengan khas Jawa Timur.

Menurutnya, krengsengan merupakan olahan tumis daging dengan perpaduan rempah-rempah, kecap manis, dan petis udang yang menghasilkan cita rasa gurih dan manis.

Ia menambahkan daging kambing juga cukup fleksibel untuk diolah dengan berbagai bumbu, termasuk bumbu rendang, meskipun jenis olahan tersebut belum terlalu populer di masyarakat.

Baca Juga  Sejarah Rempeyek Kacang, Camilan Tradisional dengan Nilai Budaya Tinggi

Ade mengajak masyarakat untuk tidak takut mencoba resep baru, termasuk masakan yang terinspirasi dari kuliner luar negeri, guna memperkaya variasi hidangan Idul Adha di Indonesia. (antara/A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini