Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Astronom Temukan Bukti Galaksi Kuno Loki Pernah ‘Ditelan’ Bima Sakti

astronom temukan bukti galaksi kuno loki pernah ‘ditelan’ bima sakti
Galaksi Bima Sakti. (shutterstock)

Washington, Sinata.id – Para astronom menemukan bukti baru bahwa Galaksi Bima Sakti pernah “menelan” galaksi kecil kuno bernama Loki sekitar 10 miliar tahun lalu.

Penemuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya ilmuwan memahami sejarah pertumbuhan dan evolusi Galaksi Bima Sakti selama miliaran tahun terakhir.

Advertisement

Berdasarkan catatan NASA, Galaksi Bima Sakti memiliki diameter sekitar 100 ribu tahun cahaya dan dihuni oleh 100 miliar hingga 400 miliar bintang. Selama lebih dari 12 miliar tahun, galaksi ini terus berkembang dengan menyerap sejumlah galaksi kerdil di sekitarnya.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, para peneliti menemukan jejak bintang kuno yang diyakini berasal dari galaksi kecil bernama Loki.

Baca Juga  Planet Baru Berbau Telur Busuk Ditemukan, Permukaannya Dipenuhi Lautan Magma

Para astronom memusatkan penelitian pada gugusan bintang miskin logam atau very-metal-poor (VMP) yang berada di sekitar cakram Galaksi Bima Sakti. Bintang-bintang jenis ini dipercaya merupakan peninggalan awal pembentukan galaksi.

Penulis utama studi tersebut, Dr. Federico Sestito, peneliti pascadoktoral di Pusat Penelitian Astrofisika Universitas Hertfordshire, bersama timnya mengidentifikasi 20 bintang miskin logam menggunakan data dari teleskop Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

Tim peneliti juga memanfaatkan instrumen spektograf beresolusi tinggi di Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii yang berada di dekat puncak Maunakea, Hawaii.

Meski mengalami kesulitan menentukan usia pasti bintang-bintang tersebut, komposisi kimianya menunjukkan bahwa usia mereka diperkirakan lebih dari 10 miliar tahun.

Bintang-bintang itu ditemukan sekitar 7.000 tahun cahaya dari Tata Surya dan memiliki komposisi kimia yang serupa. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa semuanya berasal dari satu galaksi kerdil yang sama.

Baca Juga  NASA Luncurkan Flight Kit Artemis II, Bawa Artefak Bersejarah ke Bulan

Dari 20 bintang yang diamati, sebanyak 11 bintang bergerak dalam orbit prograde atau searah dengan cakram galaksi, sedangkan sisanya bergerak berlawanan arah dalam orbit retrograde.

“Jika skenario Loki benar, maka sistem yang bergabung dengan galaksi kita dapat membuat bintang-bintangnya bergerak searah maupun berlawanan arah,” ujar Federico Sestito, dikutip dari CNN Internasional, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, proses penggabungan itu kemungkinan terjadi ketika Galaksi Bima Sakti masih sangat muda dan memiliki gaya gravitasi yang belum sekuat sekarang.

“Simulasi kosmologis menunjukkan peristiwa ini terjadi sekitar tiga hingga empat miliar tahun setelah Big Bang,” katanya.

Penemuan ini semakin memperkuat teori bahwa Galaksi Bima Sakti terbentuk melalui serangkaian tabrakan dan penggabungan dengan galaksi-galaksi kecil selama miliaran tahun. (A02)

Baca Juga  Roket SpaceX Falcon 9 Diperkirakan Tabrak Bulan, Picu Kekhawatiran Sampah Antariksa

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini