Oleh : PS Dion Panomban
Gereja dipanggil bukan hanya untuk menyelenggarakan ibadah, tetapi juga membangun kehidupan rohani jemaat melalui pemuridan yang nyata. Hal itu menjadi refleksi dalam saat teduh Abba Home Family pada Sabtu, 23 Mei 2026, yang mengangkat tema pentingnya gereja murid yang memuridkan.
Dalam renungan tersebut ditegaskan bahwa pemuridan bukan sarana memenuhi ambisi pemimpin demi membesarkan jumlah jemaat. Pemuridan disebut sebagai bagian dari Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, yakni menjadikan segala bangsa murid-Nya.
Melalui perenungan itu, jemaat diajak mengevaluasi apakah gereja telah sungguh-sungguh memperhatikan pertumbuhan rohani setiap orang atau hanya berfokus pada kegiatan seremonial semata. Program gereja dinilai seharusnya lebih diarahkan pada keselamatan jiwa dan pembentukan karakter rohani jemaat.
Pembacaan Alkitab diambil dari Injil Matius 20:17-19 yang menceritakan perjalanan Yesus menuju Yerusalem. Dalam perjalanan itu, Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan, penyaliban, hingga kebangkitan-Nya pada hari ketiga.
Ayat tersebut menjadi bahan refleksi mendalam mengenai tujuan kedatangan Yesus ke dunia, pengorbanan-Nya bagi manusia, serta panggilan hidup setiap orang percaya. Jemaat juga diajak merenungkan sejauh mana mereka hidup dalam kehendak Allah dan bersedia memuridkan orang lain.
Beberapa pertanyaan perenungan turut disampaikan, di antaranya mengenai tujuan hidup, makna pengorbanan Yesus, serta alasan Yesus berulang kali menyampaikan penderitaan-Nya kepada murid-murid di tengah perjalanan menuju Yerusalem.
Renungan ditutup dengan ajakan agar setiap orang percaya tetap setia menjalani saat teduh dan bertumbuh dalam komunitas rohani yang sehat.
βGereja yang bertumbuh bukan hanya dipenuhi keramaian ibadah, tetapi lahir dari hati yang rela dimuridkan dan memuridkan demi keselamatan jiwa.β (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini