Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K β€’ 2.6K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB PALOPO β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 – WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Pemuridan Jadi Fokus Utama Gereja, Bukan Sekadar Ramai Ibadah

pemuridan jadi fokus utama gereja, bukan sekadar ramai ibadah
Ps Dion Panomban.

Oleh : PS Dion Panomban

Gereja dipanggil bukan hanya untuk menyelenggarakan ibadah, tetapi juga membangun kehidupan rohani jemaat melalui pemuridan yang nyata. Hal itu menjadi refleksi dalam saat teduh Abba Home Family pada Sabtu, 23 Mei 2026, yang mengangkat tema pentingnya gereja murid yang memuridkan.

Advertisement

Dalam renungan tersebut ditegaskan bahwa pemuridan bukan sarana memenuhi ambisi pemimpin demi membesarkan jumlah jemaat. Pemuridan disebut sebagai bagian dari Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, yakni menjadikan segala bangsa murid-Nya.

Melalui perenungan itu, jemaat diajak mengevaluasi apakah gereja telah sungguh-sungguh memperhatikan pertumbuhan rohani setiap orang atau hanya berfokus pada kegiatan seremonial semata. Program gereja dinilai seharusnya lebih diarahkan pada keselamatan jiwa dan pembentukan karakter rohani jemaat.

Baca Juga  Makna Mengasihi Tuhan dengan Tulus: Bukan Sekadar Perasaan, tetapi Komitmen Seumur Hidup

Pembacaan Alkitab diambil dari Injil Matius 20:17-19 yang menceritakan perjalanan Yesus menuju Yerusalem. Dalam perjalanan itu, Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan, penyaliban, hingga kebangkitan-Nya pada hari ketiga.

Ayat tersebut menjadi bahan refleksi mendalam mengenai tujuan kedatangan Yesus ke dunia, pengorbanan-Nya bagi manusia, serta panggilan hidup setiap orang percaya. Jemaat juga diajak merenungkan sejauh mana mereka hidup dalam kehendak Allah dan bersedia memuridkan orang lain.

Beberapa pertanyaan perenungan turut disampaikan, di antaranya mengenai tujuan hidup, makna pengorbanan Yesus, serta alasan Yesus berulang kali menyampaikan penderitaan-Nya kepada murid-murid di tengah perjalanan menuju Yerusalem.

Renungan ditutup dengan ajakan agar setiap orang percaya tetap setia menjalani saat teduh dan bertumbuh dalam komunitas rohani yang sehat.

Baca Juga  Kisah Yusuf di Mesir: Belajar Mengampuni Saat Disakiti dan Melihat Rencana Tuhan yang Indah

β€œGereja yang bertumbuh bukan hanya dipenuhi keramaian ibadah, tetapi lahir dari hati yang rela dimuridkan dan memuridkan demi keselamatan jiwa.” (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini