Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Prabowo Dorong Swasta Tumbuh Besar, Dinamis dan Berpihak pada Rakyat

prabowo
Presiden Prabowo Subianto sebelum menyampaikan pidato Penyampaian KEM PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Selasa (20/5/2026). (Foto: Setpres)

JAKARTA, Sinata.id  — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan peran negara dalam pengelolaan sumber daya alam dan perekonomian nasional tidak berarti mengurangi peran sektor swasta.

Menurutnya, Indonesia justru membutuhkan sektor swasta yang besar, dinamis, inovatif, dan mampu bekerja sama dengan pemerintah demi menciptakan kemakmuran nasional.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan Presiden saat pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“Kita perlu sektor swasta, kita perlu mendukung peran sektor swasta. Kita butuh sektor swasta yang dinamis. Kita perlu pengusaha-pengusaha yang penuh inovasi, penuh inisiatif, dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dan andal,” ujar Presiden.

Prabowo menjelaskan bahwa arah ekonomi Indonesia adalah ekonomi Pancasila atau ekonomi jalan tengah.

Sistem tersebut dinilai mampu menggabungkan sisi terbaik dari sosialisme dan kapitalisme dengan tetap mengedepankan asas kekeluargaan, gotong royong, keadilan, serta pemerataan kesejahteraan.

“Ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah ekonomi jalan tengah, ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme,” katanya.

Kepala Negara menegaskan negara tetap harus hadir untuk melindungi rakyat dan mengawasi jalannya perekonomian.

Namun di sisi lain, pemerintah juga membutuhkan keberanian pelaku usaha untuk berinovasi, bersaing secara sehat, mengambil risiko, serta membangun kemampuan manajerial yang kuat.

Dalam pidatonya, Presiden turut mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru, khususnya dari kalangan anak muda.

Pemerintah, kata Prabowo, tengah menyiapkan pendidikan kewirausahaan agar generasi muda tidak hanya bergantung menjadi aparatur negara, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri.

Selain itu, Presiden menilai dukungan pembiayaan bagi perusahaan rintisan atau startup harus diperluas agar semakin banyak pengusaha muda tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh.

“Begitu dia selesai, kita juga harus memberi kredit startup. Kita harus dorong mereka, memberi kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat,” lanjutnya.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini