Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Toyota Dukung Insentif Mobil Listrik Berbasis Nikel, Sebut Perkuat Hilirisasi Industri

toyota dukung insentif mobil listrik berbasis nikel, sebut perkuat hilirisasi industri
Mobil Toyota bZ4X facelift. (kompas)

Jakarta, Sinata.id — Toyota Astra Motor merespons positif rencana pemerintah yang akan memberikan insentif lebih besar bagi mobil listrik berbasis baterai nikel.

Kebijakan tersebut dinilai mampu mendukung hilirisasi industri sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Advertisement

Pemerintah saat ini tengah mematangkan skema insentif baru untuk pembelian battery electric vehicle (BEV) yang dijadwalkan mulai berlaku pada semester II 2026.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pemberian subsidi lebih besar untuk mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel dibandingkan baterai non-nikel.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan tersebut dibuat agar pemanfaatan nikel dalam negeri semakin optimal.

“Baterai berbasis nikel dan non-nikel nantinya akan memiliki skema berbeda. Perhitungannya akan dilakukan Menteri Perindustrian. Kenapa yang berbasis nikel mendapat subsidi lebih besar? Karena kami ingin nikel dalam negeri lebih banyak digunakan,” ujar Purbaya.

Baca Juga  Mobil Mewah Land Cruiser Tak Masuk Daftar Barang Bukti Pembunuhan Sadis Mutia Pratiwi

Menanggapi hal tersebut, Marketing Director Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, menegaskan pihaknya mendukung seluruh kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri otomotif nasional.

“Pada dasarnya Toyota Astra Motor dan Toyota Indonesia mendukung seluruh kebijakan pemerintah. Kami yakin pemerintah juga memikirkan perkembangan industri otomotif nasional,” kata Bansar saat ditemui di Jakarta Pusat, seperti dilansir Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, Toyota sebagai produsen dan distributor kendaraan menyambut baik setiap kebijakan yang bertujuan memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.

“Kami sebagai produsen dan distributor tentu menyambut baik kebijakan pemerintah, apalagi jika bertujuan mendukung efisiensi dan kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Bansar menambahkan, Toyota juga mendukung berbagai regulasi yang memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Baca Juga  Pengalaman Unik Tim Sinata.id Menjajal Taksi Otonom di Kota Wuhan, Tiongkok

“Apapun kebijakannya, selama memberikan manfaat bagi konsumen, kami mendukung. Toyota juga melihat masih banyak kebijakan lain yang dapat mendukung kebutuhan pelanggan dan pengembangan industri,” katanya.

Ia menilai langkah pemerintah mendorong hilirisasi industri nikel merupakan hal positif bagi masa depan industri otomotif nasional.

“Kalau kebijakan terbaru ini bertujuan meningkatkan hilirisasi, tentu sangat baik. Toyota Astra Motor pasti mendukung seluruh kebijakan pemerintah,” ujar Bansar.

Rencana pemberian insentif lebih besar untuk mobil listrik berbasis nikel sebelumnya juga mendapat respons positif dari sejumlah pelaku industri otomotif lainnya.

Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu memaksimalkan potensi sumber daya alam Indonesia sekaligus mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional. (A02)

Baca Juga  Mobil Listrik China Kini Melaju hingga 1.000 Km Sekali Isi, Tanpa Risiko Kebakaran atau Ledakan

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini