Tapanuli Utara, Sinata.id β Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dukung program ketahanan pangan nasional dengan mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 melalui Zoom Meeting di Desa Pansur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Sabtu (16/5/2026).
Pada kegiatan tersebut, Pemkab Taput diwakili Sekretaris Daerah Henry Sitompul bersama jajaran Polres Tapanuli Utara (Taput) serta dinas terkait. Agenda nasional itu dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.
Panen raya jagung serentak menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional sebagai salah satu fondasi pertahanan negara.
Partisipasi Pemerintah Kabupaten Taput juga dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program βAsta Citaβ, khususnya poin kedua yang menitikberatkan pada upaya mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan dan pertanian.
Kegiatan ini diharapkan pemerintah sebagai momentum kebangkitan sektor pertanian di Tapanuli Utara setelah produktivitas hasil pertanian mengalami penurunan sekitar 10 persen pada tahun 2025 akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Upaya peningkatan produktivitas pertanian tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat tani, terlebih setelah pemerintah pusat menetapkan kebijakan harga pembelian jagung yang dinilai mampu memberikan kepastian bagi petani.
Melalui Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung oleh Bulog sebesar Rp5.500 per kilogram. Kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan produksi jagung di daerah.
Kehadiran pemerintah daerah dalam agenda nasional tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dimulai dari penguatan produktivitas pertanian di tingkat desa dan kawasan pedesaan.
Melalui program yang terintegrasi dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, pemerintah berharap sektor pertanian mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa di masa depan. (SN15)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini