Sibolga, Sinata.id – Air minum dalam kemasan merek Helse yang beredar di Kota Sibolga menjadi sorotan setelah diduga terdapat ketidaksesuaian antara isi produk dan label pada kemasan.
Produk tersebut mencantumkan volume 600 mililiter (ml), namun diduga hanya berisi sekitar 300 ml. Temuan itu memunculkan pertanyaan terkait pengawasan produk serta tanggung jawab produsen terhadap informasi yang dicantumkan pada kemasan.
Air minum Helse diketahui telah beredar di sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk di luar Kota Sibolga. Jika dugaan tersebut terbukti benar, kondisi itu dinilai berpotensi menyesatkan konsumen.
Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, maupun jumlah sebagaimana tercantum pada label.
Pemilik Helse Berikan Klarifikasi
Pemilik usaha air minum Helse di Sibolga memberikan klarifikasi terkait dugaan perbedaan volume pada produk yang beredar di masyarakat.
Ia mengaku menyayangkan persoalan tersebut menjadi sorotan pemberitaan dan menilai kontribusi perusahaan kepada masyarakat seharusnya juga mendapat perhatian.
“Saat terjadi musibah, pabrik saya sudah banyak membantu masyarakat. Pada hari-hari awal, kami telah menyalurkan sekitar 4.000 dus air minum kepada warga,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, produk dengan label berbeda tersebut bukan merupakan produksi massal atau produksi rutin perusahaan.
“Itu memang saya akui, tetapi bukan produksi rutin. Produk itu dibuat berdasarkan pesanan khusus, misalnya ukuran 330 ml. Karena belum memiliki label khusus, saya menggunakan label 600 ml yang tersedia,” katanya.
Ia menegaskan produk tersebut tidak dipasarkan secara luas seperti produk produksi reguler perusahaan air minum lainnya.
“Produksi ini hanya dilakukan jika ada pesanan tertentu. Bukan produksi komersial rutin. Jika produksinya berjalan tetap, tentu seluruh kelengkapan, termasuk label, akan disesuaikan,” tambahnya, seraya berharap media lebih selektif dalam mengangkat isu ke publik. (SN16)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini