Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

tim sar
Tim pencari korban erupsi Gunung Dukono. (Foto: BNPB)

JAKARTA, Sinata.id  — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban terakhir erupsi Gunung Dukono pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5/2026).

Kedua korban yang merupakan warga negara asing (WNA) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi penemuan korban pertama sehari sebelumnya.

Advertisement

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (P), warga negara Indonesia (WNI), dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2026).

Dengan ditemukannya dua korban terakhir, seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah berhasil ditemukan.

Dua korban terakhir masing-masing berinisial H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27), keduanya WNA.

Seluruh jenazah kemudian dievakuasi menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  68 Kepala BPBD Se-Indonesia Digembleng 12 Hari di Bogor

Korban Tertimbun Material Vulkanik

Proses pencarian hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah tim SAR sebelumnya menandai titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material vulkanik menggunakan koordinat GPS.

Evakuasi sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun pasir vulkanik dengan kedalaman cukup signifikan.

Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung fluktuatif sehingga petugas harus bekerja ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan personel di lapangan.

Sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat antara lain Basarnas, BPBD Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimob, ERT Gosowong, PMI, hingga masyarakat setempat.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan selamat.

Baca Juga  Kemenhaj Siapkan “Serbuan Beras Nusantara” ke Arab Saudi, Jemaah Haji Dijamin Makan Nasi Indonesia

Dua korban selamat, R.S. dan J.A., turut membantu tim SAR dengan memberikan informasi jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan para korban sebelum erupsi terjadi.

Dengan seluruh korban telah ditemukan, operasi SAR erupsi Gunung Dukono resmi dinyatakan ditutup.

Pendakian Gunung Dukono Ditutup Total

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebelumnya telah menetapkan penutupan total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026.

Kebijakan itu kemudian dipertegas melalui surat keputusan Bupati Halmahera Utara pada Jumat (8/5/2026) tentang penutupan permanen jalur pendakian gunung api tersebut.

Pemerintah daerah melarang operator maupun penyedia jasa pendakian memberikan izin kepada wisatawan untuk memasuki kawasan gunung.

Selain itu, masyarakat juga dilarang memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari kawah sesuai rekomendasi PVMBG.

Baca Juga  BMKG: Potensi Curah Hujan Lebat Periode 11-13 April 2026

Pengawasan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono juga akan diperketat.

Pemerintah mengingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap aturan penutupan jalur pendakian dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu memeriksa informasi kawasan rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB serta mematuhi rekomendasi PVMBG demi keselamatan bersama. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini