Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Yusuf Nache Temui Wamentan, Nias Selatan Usulkan Bantuan Alsintan Modern

yusuf nache temui wamentan, nias selatan usulkan bantuan alsintan modern
Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache, bersama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. (diskominfoniasselatan)

Jakarta, Sinata.id – Wakil Bupati (Wabup) Nias Selatan, Yusuf Nache, melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, pada Jumat (8/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut membahas kondisi pertanian di Kabupaten Nias Selatan serta berbagai kebutuhan strategis guna memperkuat sektor pangan dan perkebunan daerah.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Wabup Yusuf menjelaskan bahwa Nias Selatan memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama komoditas karet, kelapa, dan kakao. Selain itu, daerah tersebut juga memiliki potensi pengembangan tanaman pangan seperti padi dan jagung.

Namun, menurutnya, optimalisasi potensi tersebut masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, terutama alat dan mesin pertanian (alsintan) modern serta akses terhadap benih unggul bagi kelompok tani.

Baca Juga  Listrik Rusunawa Pandan Tapanuli Tengah Diputus Sepihak

“Kami berharap adanya dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat infrastruktur pertanian di Nias Selatan. Kebutuhan utama kami meliputi bantuan traktor roda empat, mesin pompa air untuk mengantisipasi kekeringan, hingga alat pascapanen guna mendukung produktivitas komoditas unggulan,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani di Nias Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Wamentan Sudaryono menyampaikan apresiasi atas langkah aktif Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dalam memperjuangkan sektor pertanian daerah.

Ia menegaskan bahwa Kementan akan meninjau kebutuhan yang telah disampaikan sekaligus memastikan bantuan yang diberikan nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.

Baca Juga  Wali Kota Siantar Luncurkan Bantuan Pangan 2026, Puluhan Ribu Warga Jadi Penerima

“Kami tidak ingin bantuan alsintan hanya bersifat formalitas. Harus ada dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tegas Sudaryono.

Sebagai tindak lanjut, Kementan berencana menurunkan tim teknis untuk melakukan verifikasi terhadap kebutuhan alsintan serta potensi komoditas unggulan di Kabupaten Nias Selatan.

Langkah tersebut sejalan dengan program ketahanan pangan nasional tahun 2026 yang menargetkan peningkatan produksi pertanian berbasis potensi daerah.

Pertemuan ini diharapkan menjadi jembatan strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Nias Selatan. (SN13)

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini