Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Cemburu Berujung Maut, Pria di Tanjung Perak Habisi Nyawa Rival dengan Celurit

cemburu di ujung celurit
Polisi amankan celurit milik tersangka. (Foto: Humas Polri)

Surabaya, Sinata.id  – Cemburu berujung tragis terjadi di Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Surabaya. Seorang pria berinisial HK (44), warga Tanjung Perak, ditangkap polisi usai membacok seorang pria hingga tewas.

Pelaku diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak setelah sempat melarikan diri. Motif pembunuhan diduga kuat dilatarbelakangi rasa cemburu.

Advertisement

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M. Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Suroto menjelaskan, peristiwa bermula pada Jumat (24/4/2026) malam.

Saat itu, pelaku yang baru pulang kerja memeriksa ponsel milik istrinya.

“Pelaku hendak membuka TikTok, namun justru menemukan foto istrinya bersama korban,” ujar Suroto, Minggu (3/5/2026).

Merasa tersulut emosi, pelaku kemudian mencari tahu identitas pria dalam foto tersebut. Korban diketahui bernama Hasan (37), warga Omben, Sampang, Madura.

Keesokan harinya, pelaku secara kebetulan berpapasan dengan korban yang sedang berboncengan.

Ia kemudian membuntuti korban hingga ke tempat tinggalnya di kawasan Wonokusumo, Surabaya.

Rasa sakit hati yang memuncak membuat pelaku merencanakan aksi kekerasan.

Ia bahkan mencari informasi tambahan mengenai aktivitas korban yang diketahui bekerja sebagai kuli bangunan.

Pada Rabu (2/5/2026), pelaku mendatangi lokasi bersama tiga rekannya, yakni SR, I, dan S, yang seluruhnya merupakan warga Sampang, Madura. Ketiganya kini masih dalam status daftar pencarian orang (DPO).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini