Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Hardiknas 2026 di Pematangsiantar: Peran Guru Ditekankan, Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua Siswa

hardiknas 2026 di pematangsiantar: peran guru ditekankan, sekolah harus jadi rumah kedua siswa
Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang memimpin peringatan Hardiknas 2026 di Kota Pematangsiantar. (diskominfosiantar)

Pematangsiantar, Sinata.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Pematangsiantar berlangsung khidmat dan sarat makna.

Upacara utama digelar di UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar, Sabtu (2/5/2026).

Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, bertindak sebagai pembina upacara mewakili Wali Kota Wesly Silalahi.

Nuansa budaya lokal turut mewarnai kegiatan tersebut. Para guru dan petugas upacara mengenakan busana adat Simalungun lengkap dengan gotong dan bulang, mencerminkan kekayaan tradisi sekaligus semangat kebhinekaan dalam dunia pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Sekda Junaedi membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen memajukan pendidikan nasional.

Baca Juga  Kemacetan di Jalan Patuan Nagari Berhasil Diurai Polisi

“Pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia yang dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, serta upaya menumbuhkan potensi terbaik setiap individu,” demikian kutipan pidato tersebut.

Gagasan tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan konsep among: asah, asih, dan asuh, yakni perpaduan antara ilmu, kasih sayang, dan pembinaan dalam proses belajar.

Lebih lanjut, pidato tersebut menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter dan peradaban bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun pribadi yang berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto, sektor pendidikan diposisikan sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.

Baca Juga  Operasi Ketupat Toba 2026, Pemko dan Polres Siantar Perkuat Koordinasi

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam sebagai program prioritas.

Pendekatan ini diperkuat melalui lima kebijakan strategis, yaitu digitalisasi pendidikan, peningkatan kualitas guru, penguatan karakter siswa, pengembangan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau.

Selain itu, konsep lingkungan sekolah yang nyaman dan sehat juga menjadi perhatian melalui gerakan budaya ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah), agar sekolah benar-benar menjadi “rumah kedua” bagi peserta didik.

Peringatan Hardiknas di Pematangsiantar tidak hanya terpusat di satu lokasi. Sejumlah sekolah lain juga menggelar upacara serupa dengan pembina dari jajaran pemerintah kota, menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memajukan dunia pendidikan.

Baca Juga  Tanggal 2 Mei 2026 Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Dunia

Di akhir amanat, ditegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan sangat ditentukan oleh tiga hal utama, yakni pola pikir yang maju, mental yang kuat, serta komitmen yang lurus. Tanpa itu, berbagai kebijakan berisiko hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata.

Momentum Hardiknas 2026 ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini, yang dimulai dari ruang-ruang kelas di seluruh penjuru negeri. (SN10)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini