Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Prabowo Tinjau TPST Banyumas, Sampah Diubah Jadi Paving, Genteng hingga Bahan Bakar

presdein tinjau tempat pengolahan sampah terpadu berwawasan lingkungan dan edukasi banyumas.
Presdein tinjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi Banyumas. (Foto: Stepres)

Banyumas, Sinata.id – Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Selasa (28/04/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Advertisement

Dalam peninjauan itu, Presiden melihat langsung proses pengolahan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mengurangi volume sampah dan menghasilkan berbagai produk turunan bernilai guna.

TPST BLE Banyumas dinilai sebagai salah satu contoh transformasi pengelolaan sampah modern yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah menjadi sumber daya baru yang bermanfaat.

“Jadi ini saya kira sangat efektif, ya. Menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” ujar Presiden Prabowo kepada awak media usai peninjauan.

Presiden menilai TPST BLE merupakan terobosan penting dalam penanganan persoalan sampah nasional. Menurutnya, teknologi yang digunakan tidak harus rumit atau mahal, tetapi mampu memberi hasil nyata.

“Sebagian besar produk lokal dan dalam satu rangkaian sistem, dari rumah tangga sampai ke kabupaten. Jadi ini saya kira sangat efektif,” lanjutnya.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini