Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Genjot Pajak, 93 Ribu Lebih SPPT PBB-P2 Mulai Didistribusikan di Siantar

wali kota pematangsiantar, wesly silalahi serahkan daftar ketetapan pajak (dkp) dan surat pemberitahuan pajak terutang (sppt) pbb-p2 tahun 2026 kepada delapan camat di gedung serbaguna pemko pematangsiantar, senin (27/4/2026).
Wali Kota Pematangsiantar bersama Plt Kepala BPKPD Alwi Lumban Gaol dan Asisten III Dedi Tunasto Setiawan

Pematangsiantar, Sinata.id– Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi serahkan Daftar Ketetapan Pajak (DKP) dan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 kepada delapan camat di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Senin (27/4/2026).

Penyerahan merupakan langkah awal percepatan distribusi SPPT kepada masyarakat, sekaligus strategi meningkatkan kepatuhan wajib pajak di Kota Pematangsiantar.

Advertisement

Wesly menegaskan akan peran penting Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) sebagai ujung tombak pengelolaan pendapatan. Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak hanya bekerja rutin, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam pelayanan pajak.

“Pelayanan harus semakin mudah diakses, cepat, dan memberi solusi. Pajak seperti PBB ini langsung bersentuhan dengan masyarakat, jadi kenyamanan dan efisiensi harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Baca Juga  Syarat THR Bayar PBB, Wali Kota Siantar Diingatkan Tidak Buat Kebijakan yang Aneh-aneh

Walikota mengungkapkan, sektor PBB-P2 ditargetkan menyumbang sekitar Rp12,5 miliar atau 8,21 persen dari total target pajak daerah sebesar Rp152,2 miliar di tahun 2026.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam kepatuhan membayar pajak. Menurutnya, kesadaran aparatur akan berdampak besar dalam mendorong partisipasi masyarakat.

“Mulai dari diri sendiri. ASN harus disiplin bayar pajak tepat waktu, sekaligus mengedukasi lingkungan sekitar tentang pentingnya kontribusi ini bagi pembangunan kota,” ujarnya

Tak hanya itu, para camat dan lurah diminta aktif mengawasi proses distribusi SPPT agar benar-benar sampai ke tangan wajib pajak. Hal ini untuk menghindari alasan klasik masyarakat yang mengaku tidak menerima surat pajak.

Baca Juga  Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Macron Kutuk Serangan ke Pasukan UNIFIL

Sementara itu, Plt Kepala BPKPD, Alwi Andrian Lumban Gaol, dalam laporannya menyebutkan sebanyak 106 dokumen DKP dan 93.542 lembar SPPT PBB-P2 akan didistribusikan tahun ini.

Ia menjelaskan, tarif PBB-P2 masih mengacu pada regulasi daerah yang berlaku, yakni: 0,1 persen untuk NJOP di bawah Rp1 miliar dan 0,2 persen untuk NJOP di atas Rp1 miliar.

Adapun batas akhir pembayaran PBB-P2 ditetapkan pada 31 Oktober 2026, sementara distribusi SPPT ke masyarakat ditargetkan rampung paling lambat 31 Mei 2026.

Data tiga tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan realisasi, meski belum mencapai target penuh. Tahun 2023 realisasi berada di kisaran 80,96 persen, meningkat menjadi 83,09 persen pada 2024, dan 87,43 persen di 2025.

Baca Juga  12 Desember Pedagang Mulai Dikembalikan ke Lapak Eks Gedung IV Pasar Horas

Pemerintah berharap, dengan distribusi lebih cepat dan pengawasan lebih ketat, capaian tahun 2026 bisa lebih optimal.

Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan simbolis DKP dan SPPT kepada para camat, disaksikan sejumlah pejabat daerah dan perwakilan perbankan. (SN10)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini