Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Simalungun

Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemkab Simalungun Soroti Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah

hari otonomi daerah ke-30, pemkab simalungun soroti pentingnya sinergi pusat dan daerah
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri. (diskominfosimalungun)

Simalungun, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melaksanakan upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Senin (27/4/2026).

Upacara berlangsung tertib dan lancar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengingat akan pentingnya otonomi daerah dalam mendorong kemajuan bangsa dan negara.

Advertisement

Bupati Anton Achmad Saragih, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Akbar Putra Siregar, bertugas sebagai komandan upacara, dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Albert R. Saragih, sebagai perwira upacara.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora, staf ahli bupati, para asisten, pimpinan perangkat daerah, camat, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Simalungun.

Baca Juga  Tol Gratis Dongkrak Arus Mudik di Simalungun

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anton membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh unsur pemerintahan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Otonomi daerah dinilai sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“Tema yang diangkat tahun ini mencerminkan kemampuan daerah untuk mandiri sekaligus bertanggung jawab dalam mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki,” sebut Anton

Lanjutnya, melalui pengelolaan yang optimal, pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah pusat guna mewujudkan Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional menuju masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  Antara Pencitraan dan Kerja Nyata, GMKI Soroti Kinerja Setahun Bupati Simalungun

Mendagri juga mengajak seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik nasional maupun global.

Tantangan tersebut meliputi ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dampak perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung pesat.

“Berbagai tantangan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan memang tidak mudah, namun dengan kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, saya yakin kita mampu mengatasinya dengan hasil yang optimal,” demikian kutipan sambutan Mendagri.

Anton juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antartingkatan pemerintahan agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga harus menjadi mitra aktif dalam merancang pembangunan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.

Baca Juga  Pdt John Christian Saragih Dilantik Sebagai Ephorus GKPS, Ini Profilnya

Selain itu, Mendagri mengingatkan agar seluruh kegiatan pemerintahan dilaksanakan dengan prinsip efisiensi anggaran. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar kegiatan dilaksanakan secara sederhana dan tidak bersifat seremonial semata.

Setiap penggunaan anggaran harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan menghindari pemborosan yang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik.

“Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua dalam mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bangsa Indonesia,” tutup sambutan tersebut. (SN19)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini