Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Makna “Kunci Hidup Tenang”: Refleksi Iman Kristen tentang Menjaga Pendengaran, Penglihatan, dan Perkataan

makna “kunci hidup tenang”: refleksi iman kristen tentang menjaga pendengaran, penglihatan, dan perkataan
St Ferry SP Sinamo, MH.

Oleh : St Ferry SP Sinamo, MH.

Sebuah catatan reflektif bertajuk “Kunci Hidup Tenang” menjadi pengingat sederhana namun mendalam tentang bagaimana manusia menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana.

Advertisement

Tulisan tangan tersebut memuat empat prinsip utama yang menekankan pengendalian diri dalam mendengar, melihat, berbicara, serta rasa ingin tahu yang berlebihan.

Pesan tersebut mengajak setiap individu untuk tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak perlu, baik dari apa yang didengar, dilihat, maupun dibicarakan. Dalam kehidupan sehari-hari, arus informasi yang begitu cepat kerap memicu konflik, kecemasan, bahkan kesalahpahaman. Karena itu, sikap selektif menjadi kunci penting menjaga ketenangan batin.

Adapun poin-poin yang disampaikan dalam catatan tersebut meliputi:

Baca Juga  Jalan Keluar Sejati: Bertobat dan Kembali Mengandalkan Tuhan

  1. Tidak mendengar hal-hal yang tidak perlu didengar.
  2. Tidak melihat hal-hal yang tidak perlu dilihat.
  3. Tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu dibicarakan.
  4. Tidak mencari tahu hal-hal yang tidak perlu diketahui.

Pesan ini kemudian ditutup dengan ajakan untuk hidup secara sederhana dan secukupnya, tanpa berlebihan dalam merespons berbagai hal di sekitar.

Dalam perspektif iman Kristen, nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Alkitab yang menekankan penguasaan diri dan kebijaksanaan dalam bertindak. Sebagaimana tertulis dalam:

Amsal 4:23
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga hati, yang erat kaitannya dengan apa yang masuk melalui pendengaran dan penglihatan.

Selain itu, firman Tuhan juga mengingatkan dalam:

Baca Juga  Mengikut Yesus: Belajar Menyangkal Diri dan Memikul Salib Setiap Hari

Yakobus 1:19
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

Pesan tersebut memperkuat bahwa pengendalian diri, khususnya dalam berbicara, merupakan bagian dari kehidupan yang bijaksana dan berkenan kepada Tuhan.

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan dan distraksi, prinsip hidup sederhana dan selektif ini menjadi relevan untuk diterapkan. Dengan membatasi hal-hal yang tidak penting, seseorang dapat menjaga ketenangan pikiran, memperkuat iman, serta membangun relasi yang lebih sehat dengan sesama.

Hidup yang tenang bukanlah tentang memiliki segalanya, melainkan tentang mampu mengendalikan diri atas apa yang masuk dan keluar dari hidup kita. Saat telinga, mata, dan mulut dijaga dengan bijaksana, maka damai sejahtera akan tinggal dalam hati. Sebab pada akhirnya, ketenangan sejati lahir dari hati yang dekat dengan Tuhan dan hidup yang dijalani dengan penuh kesadaran serta kesederhanaan. (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini