Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Peristiwa menantikan Roh Kudus merupakan masa transisi yang sangat krusial dalam sejarah iman Kristen. Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memberikan instruksi spesifik kepada para murid agar tidak terburu-buru memulai misi mereka sebelum menerima “perlengkapan” ilahi.
Berikut adalah penjelasan mengenai janji dan perintah Yesus terkait penantian Roh Kudus berdasarkan Firman Tuhan:
1. Perintah untuk Menanti di Yerusalem
Yesus secara eksplisit melarang para murid meninggalkan Yerusalem. Mengapa? Karena Yerusalem akan menjadi titik awal penggenapan janji Allah bagi semua bangsa.
Lukas 24:49
“Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
2. Janji Pembaptisan Roh Kudus
Yesus membedakan antara baptisan air yang dilakukan Yohanes Pembaptis dengan baptisan Roh yang akan segera mereka alami. Penantian ini bukan sekadar menunggu waktu, tapi menunggu sebuah transformasi spiritual.
Kisah Para Rasul 1:4-5
“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.’”
3. Tujuan Penantian: Menerima Kuasa (Dunamis)
Alasan utama mengapa mereka harus menanti adalah karena misi penginjilan tidak mungkin dilakukan hanya dengan kekuatan manusia atau kepintaran berdebat. Mereka butuh Dunamis (kuasa dinamis) dari Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1:8
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
4. Cara Para Murid Menanti
Bagaimana para murid mengisi waktu penantian tersebut? Firman Tuhan mencatat bahwa mereka tidak berdiam diri dalam kepasifan, melainkan dalam kesatuan dan doa.
Bertekun dalam doa: Mereka berkumpul di ruang atas.
Sehati sejiwa: Tidak ada perpecahan di antara mereka.
Kisah Para Rasul 1:14
“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
5. Puncak Penantian: Hari Pentakosta
Penantian itu berakhir tepat pada hari ke-50 setelah Kebangkitan (atau 10 hari setelah Kenaikan Yesus). Roh Kudus turun dengan tanda-tanda yang dahsyat, menandai lahirnya Gereja mula-mula.
Kisah Para Rasul 2:1-4
“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… Maka hinggaplah mereka semua dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Kesimpulan :
Menantikan Roh Kudus bagi para murid adalah masa persiapan batin dan spiritual. Tanpa Roh Kudus, mereka hanyalah sekelompok nelayan dan orang biasa yang ketakutan. Namun, dengan menaati perintah Yesus untuk “menanti”, mereka diubah menjadi rasul-rasul yang berani menjungkirbalikkan dunia dengan Injil.
Bagi kita saat ini, pesan ini mengingatkan bahwa dalam setiap pelayanan dan pekerjaan Tuhan, kita harus selalu mengandalkan tuntunan dan kuasa Roh Kudus, bukan sekadar kekuatan diri sendiri.
Penantian bukanlah kelemahan, melainkan proses ilahi untuk mempersiapkan kekuatan yang sejati. Murid-murid Yesus tidak bergerak sebelum waktunya, karena mereka memahami bahwa ketaatan lebih penting daripada kecepatan.
Dari ruang doa di Yerusalem lahir kuasa yang mengguncang dunia. Demikian juga dalam kehidupan kita hari ini, setiap janji Tuhan tidak pernah gagal, namun selalu menuntut kesabaran, iman, dan ketekunan.
Saat kita setia menanti dalam doa dan kesatuan, Roh Kudus akan bekerja, mengubahkan kelemahan menjadi kekuatan, ketakutan menjadi keberanian, dan keterbatasan menjadi kesaksian yang berdampak sampai kepada banyak orang.
Tuhan Yesus tetap setia menggenapi janji-Nya dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati. ( A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua cp konseling dan Doa permohonan 0811762709 Pdt Manser sagala MTh.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini