Jakarta, Sinata.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui KJRI Kota Kinabalu terus memantau penanganan kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman padat di Kampung Bahagia.
Insiden yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) itu dilaporkan menghanguskan sedikitnya 1.000 rumah di desa air kawasan Batu Sapi, Sandakan.
Mayoritas penghuni wilayah tersebut merupakan warga negara Malaysia, Filipina, serta warga negara Indonesia yang menikah dengan warga setempat.
13 WNI Terdampak, Seluruhnya Selamat
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Heni Hamidah menyampaikan, berdasarkan peninjauan lapangan dan pendataan awal, terdapat 13 WNI yang terdampak kebakaran tersebut.
Seluruh WNI dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi ke lokasi penampungan sementara bersama korban lainnya.
“Mereka saat ini ditampung di enam titik pusat penampungan sementara yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan,” ujar Heni, Selasa (21/4).
KJRI Terus Lakukan Pendataan
Kemlu RI menyatakan KJRI Kota Kinabalu akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperbarui data korban serta memastikan kebutuhan perlindungan bagi WNI terpenuhi.
Langkah ini mencakup pendampingan administrasi, kebutuhan dasar, hingga bantuan lanjutan bila diperlukan.
Sejumlah media Malaysia seperti Bernama, Astro Awani, dan Berita Harian melaporkan kebakaran besar tersebut diduga dipicu kelalaian saat memasak.
Api cepat membesar karena kawasan yang terbakar didominasi rumah-rumah kayu yang berdempetan di atas perairan, sehingga kobaran api dengan cepat merembet ke bangunan lain.
Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan pendataan kerugian serta penanganan korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini