Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

1.000 Rumah Ludes Dilalap Api di Sabah, 13 WNI Terdampak Dievakuasi ke Pengungsian

kebakaran di malaysia
Kebakaran hebat di Malaysia. (Foto: Ist)

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui KJRI Kota Kinabalu terus memantau penanganan kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman padat di Kampung Bahagia.

Insiden yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) itu dilaporkan menghanguskan sedikitnya 1.000 rumah di desa air kawasan Batu Sapi, Sandakan.

Advertisement

Mayoritas penghuni wilayah tersebut merupakan warga negara Malaysia, Filipina, serta warga negara Indonesia yang menikah dengan warga setempat.

13 WNI Terdampak, Seluruhnya Selamat

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Heni Hamidah menyampaikan, berdasarkan peninjauan lapangan dan pendataan awal, terdapat 13 WNI yang terdampak kebakaran tersebut.

Seluruh WNI dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi ke lokasi penampungan sementara bersama korban lainnya.

“Mereka saat ini ditampung di enam titik pusat penampungan sementara yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan,” ujar Heni, Selasa (21/4).

KJRI Terus Lakukan Pendataan

Kemlu RI menyatakan KJRI Kota Kinabalu akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperbarui data korban serta memastikan kebutuhan perlindungan bagi WNI terpenuhi.

Langkah ini mencakup pendampingan administrasi, kebutuhan dasar, hingga bantuan lanjutan bila diperlukan.

Sejumlah media Malaysia seperti Bernama, Astro Awani, dan Berita Harian melaporkan kebakaran besar tersebut diduga dipicu kelalaian saat memasak.

Api cepat membesar karena kawasan yang terbakar didominasi rumah-rumah kayu yang berdempetan di atas perairan, sehingga kobaran api dengan cepat merembet ke bangunan lain.

Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan pendataan kerugian serta penanganan korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini