Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Simalungun

Jalan Rusak di Batu V Jalan Asahan Jadi Ajang Pungli, Hadirkan Pro dan Kontra

praktik pungutan liar (pungli) dengan memanfaatkan kondisi jalan rusak kembali terjadi di jalan asahan, tepatnya di batu v, nagori marihat baris, kecamatan siantar, kabupaten simalungun, minggu (19/4/2026).
Sejumlah pemuda lakukan pungutan di Batu V Jalan Asahan

Simalungun, Sinata.id – Praktik pungutan liar (pungli) dengan memanfaatkan kondisi jalan rusak kembali terjadi di Jalan Asahan, tepatnya di Batu V, Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (19/4/2026). Praktik itu hadirkan pro dn kontra.

Sebelumnya, aksi serupa dilaporkan terjadi di depan kawasan Meranti Land. Berdasarkan pantauan di lokasi, sekelompok pemuda kembali menggunakan modus yang sama, yakni mengatur lalu lintas kendaraan di sekitar jalan berlubang sambil meminta imbalan dari pengendara. Jumlah pelaku disebut lebih banyak dibanding kejadian sebelumnya.

Advertisement

Seorang warga bermarga Sinaga menilai aktivitas para pemuda tersebut tidak sepenuhnya merugikan. Menurutnya, mereka juga membantu pengendara menghindari lubang di jalan.

Baca Juga  Jalan Nasional Sumut–Aceh Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

“Tidak masalah selama mereka membantu pengendara agar tidak terperosok ke dalam lubang. Mereka hanya meminta upah dari pengguna jalan,” ujarnya.

Namun, ia juga menyoroti lambannya respons pemerintah dalam memperbaiki kerusakan jalan. Ia menyebut kondisi tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan.

“Sudah sering pengendara jatuh di situ, makanya ada yang berinisiatif menimbun lubang,” katanya.

Sementara itu, warga lain, M Siahaan, mengkritik aparat kepolisian yang dinilai belum mengambil tindakan tegas. Ia menyebut petugas Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun kerap melintas di lokasi, namun tidak membubarkan aktivitas pungli tersebut.

“Setiap hari polisi lalu lintas lewat, tapi tidak ada tindakan. Akibatnya, para pemuda itu semakin leluasa memanfaatkan kondisi jalan untuk mencari uang,” ujarnya.

Baca Juga  Warga Sondi Raya Desak Perbaikan Jalan Rusak di Depan GKPS

Hingga hari ketiga kejadian, belum terlihat adanya upaya pembubaran dari pihak berwenang. Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. (SN19)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini