Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

DPC GAMKI Siantar Dukung Langkah DPP Terkait Pernyataan Jusuf Kalla

menyikapi eskalasi isu nasional terkait pernyataan tokoh bangsa jusuf kalla yang menyamakan konsep ajaran tertentu dengan nilai-nilai kristiani dalam konteks konflik bersenjata, dewan pimpinan cabang gerakan angkatan muda kristen indonesia (dpc gamki) kota pematangsiantar mendukung sikap dewan pimpinan pusat (dpp) gamki.
Ketua DPC GAMKI Pematangsiantar, Jon Roi Purba

Pematangsiantar, Sinata.id –  Menyikapi eskalasi isu nasional terkait pernyataan tokoh bangsa Jusuf Kalla yang menyamakan konsep ajaran tertentu dengan nilai-nilai kristiani dalam konteks konflik bersenjata, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kota Pematangsiantar mendukung sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI.
.
Sebagai kota yang konsisten menyandang predikat salah satu kota paling toleran di Indonesia, DPC GAMKI Pematangsiantar menilai penting bagi setiap tokoh publik untuk menjaga diksi agar tidak menciderai harmoni lintas iman.

Ketua DPC GAMKI Kota Pematangsiantar, Jon Roi Tua Purba, menyampaikan bahwa pernyataan yang menyimpang dari substansi ajaran agama berisiko menciptakan polarisasi di akar rumput.

Advertisement

“Kami di daerah, khususnya di Kota Pematangsiantar, merawat toleransi bukan dengan kata-kata, melainkan dengan pemahaman yang benar akan perbedaan. Menyamakan ajaran kasih dengan konsep ‘syahid’ dalam konteks konflik bersenjata adalah kekeliruan fatal. Hal ini bukan hanya salah secara teologis, tapi juga berpotensi menyesatkan opini publik yang selama ini sudah tenang,” ujar Jon Roi.

Baca Juga  Wesly Silalahi Umumkan Jadi Ketua Gerindra Pematangsiantar, Klaim Sudah Kantongi SK

Jon Roi menegaskan bahwa dukungan terhadap DPP GAMKI untuk melaporkan hal ini ke pihak kepolisian bukanlah bentuk sentimen personal, melainkan upaya edukasi hukum dan pelurusan fakta.

Katanya, poin utamanya adalah tanggung jawab moral, tokoh sekaliber Jusuf Kalla seharusnya menjadi pengayom yang memberikan narasi menyejukkan, bukan memicu perdebatan sensitif yang tidak perlu.

Upaya ini juga untuk mengukur akurasi teologis untuk melindungi kemurnian ajaran agama dari misinformasi adalah bagian dari upaya menjaga perdamaian.

“Jalur konstitusional GAMKI memilih jalur hukum sebagai bukti kedewasaan berorganisasi dan bernegara, guna menghindari tindakan main hakim sendiri atau perdebatan kusir di media sosial,” ujar Dosen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar tersebut.

Baca Juga  Wali Kota Pematangsiantar Ikuti Anev Kamtibmas Bersama Kompolnas, Pastikan Lebaran Aman dan Kondusif

Menurutnya, Pematangsiantar selama ini menjadi laboratorium perdamaian di mana keberagaman adalah kekuatan utama. Ia menekankan bahwa gesekan di tingkat pusat tidak mengganggu stabilitas kerukunan di daerah.

“Ini bukan sekadar soal ketersinggungan perasaan, tapi soal integritas kebenaran ajaran agama. Kami mendukung penuh langkah Ketua Umum Sahat Sinurat untuk menuntaskan masalah ini secara konstitusional. Kami ingin memastikan bahwa di masa depan, tidak ada lagi ruang bagi misinformasi yang dapat meretakkan tenun kebangsaan kita,” pungkasnya. (SN14)

Advertisement

Komentar