Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Olahraga

Kontroversi Tiket Piala Dunia 2026: Fans Kecewa Sistem Penempatan Kursi FIFA

kontroversi tiket piala dunia 2026: fans kecewa sistem penempatan kursi fifa
Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA umumkan jadwal Piala Dunia (Istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id – FIFA kembali menuai kritik jelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Setelah sebelumnya disorot karena harga tiket yang dianggap terlalu mahal, kini muncul gelombang kekecewaan dari para penggemar terkait sistem penempatan kursi di stadion.

Advertisement

Tiket Mahal Tak Jamin Kursi Terbaik

Dalam proses penjualan, FIFA membagi tiket ke dalam beberapa kategori berdasarkan harga, dengan Kategori 1 sebagai yang paling mahal.

Banyak penggemar mengira bahwa tiket kategori tertinggi tersebut otomatis memberikan akses ke kursi terbaik, seperti di dekat lapangan atau tribun bawah.

Namun, kenyataannya berbeda. Sejumlah laporan mengungkapkan bahwa banyak pemegang tiket Kategori 1 justru mendapatkan tempat duduk di sudut stadion atau bahkan di belakang gawang.

Baca Juga  FIFA Denda Asosiasi Sepak Bola Israel Rp3,2 Miliar, Terkait Kasus Diskriminasi

Lebih mengejutkan lagi, ada kasus di mana pembeli tiket premium ditempatkan di area yang seharusnya termasuk Kategori 2.

Fans Merasa Dirugikan

Kondisi ini memicu kekecewaan besar, terutama karena harga tiket yang dibayarkan mencapai ratusan hingga ribuan dolar.

Sejumlah penggemar mengeluhkan perubahan tersebut dan merasa tidak mendapatkan apa yang mereka bayar.

Beberapa bahkan menyebut situasi ini sebagai bentuk “penipuan” karena aturan dianggap berubah setelah transaksi dilakukan.

Di Amerika Utara, pemilihan kursi biasanya dilakukan secara spesifik, bukan hanya berdasarkan kategori. Hal ini membuat perbedaan antara ekspektasi dan kenyataan semakin terasa.

Dugaan Kursi Premium untuk Sponsor

Laporan juga menyebutkan bahwa kursi-kursi terbaik di stadion kemungkinan besar dialokasikan untuk paket hospitality dan sponsor.

Baca Juga  LIVE Al Ittihad vs Al Wahda: Duel Panas! Tim Benzema Wajib Menang Malam Ini

Paket tersebut dijual dengan harga jauh lebih tinggi, sehingga memunculkan dugaan bahwa penggemar umum tidak mendapatkan akses ke lokasi terbaik meski sudah membeli tiket termahal.

Respons FIFA

Menanggapi kritik tersebut, FIFA menyatakan bahwa sistem tiket memang hanya memberikan gambaran awal terkait posisi kursi.

Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa lokasi tempat duduk bisa berubah selama masih berada dalam kategori yang sama atau memiliki nilai setara.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan para penggemar yang merasa dirugikan.

Sorotan Jelang Piala Dunia 2026

Kontroversi ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.

Dengan tingginya antusiasme publik terhadap ajang terbesar sepak bola dunia, transparansi dan kejelasan sistem tiket menjadi faktor krusial agar kepercayaan penggemar tetap terjaga.

Baca Juga  Skuad Timnas Indonesia FIFA Series 2026: 24 Pemain Dipilih, 17 Tersisih

Jika tidak ditangani dengan baik, polemik ini berpotensi memengaruhi pengalaman penonton dalam salah satu event olahraga terbesar di dunia.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini