Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Regional

Wakil Bupati Tapteng Ikuti RUPS Bank Sumut Tahun Buku 2025

wakil bupati tapanuli tengah (tapteng) mahmud efendi ikuti rapat umum pemegang saham (rups) pt bank sumut tahunan tahun buku 2025, pada senin (6/4/26) di medan.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi ikuti RUPS Bank Sumut

Tapanuli Tengah, Sinata.id – Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi ikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sumut Tahunan Tahun Buku 2025, pada Senin (6/4/26) di Medan.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam sambutannya mengatakan, untuk memacu PT Bank Sumut (Perseroda) agar naik kelas, para pemegang saham sepakat mengejar kelas Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2.

Advertisement

KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti Rp 6 triliun hingga Rp14 triliun. Sampai saat ini, Bank Sumut masih di kategori KBMI I, sementara itu OJK berencana akan mengkonsolidasi bank-bank kategori KBMI 1 di 2029.

β€œAturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp 6 triliun, Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2. Jadi ini sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp 6 triliun,” ujar Bobby.

Baca Juga  Miris! 4 Remaja di Pandan Kedapatan Ngelem di Kafe, Polisi Turun Tangan

β€œAda Pemkab yang menganggarkan, seperti Tapsel perencanaannya di 2025, dituangkan ke APBD akan menambahkan kurang lebih Rp 70 miliar, termasuk 15% (deviden), dan kami dari Provinsi Sumut selain inbreng aset kemarin ada penambahan Rp 100 miliar lagi,” tambahnya.

Bobby Nasution juga berharap besar kepada Bank Sumut agar tidak terlalu bergantung pada APBD. Salah satu caranya adalah memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.

β€œUpaya yang kita harapkan tentu kita minta untuk dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan. Yang kedua, produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan juga ASN,” kata Bobby.

RUPS ini dihadiri seluruh Kepala Daerah kabupaten/kota se-Sumut, Komisaris serta jajaran Direksi Bank Sumut. Hadir juga OPD terkait Pemprov Sumut dan kabupaten/kota se-Sumut. (SN16)

Baca Juga  Pasokan Ikan di Pasar Pandan Menipis Pasca Lebaran, Harga Naik Signifikan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini