Jakarta, Sinata.id – Fenomena aurora yang selama ini dikenal muncul di wilayah kutub Bumi, ternyata juga ditemukan di Ganymede, bulan terbesar milik planet Jupiter. Temuan ini membuka wawasan baru tentang proses fisika di luar Bumi.
Penelitian terbaru yang dilansir dari Phys.org dilakukan oleh tim astrofisikawan internasional yang dipimpin peneliti dari University of Liège. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kondisi lingkungan di Ganymede dan Bumi sangat berbeda, mekanisme terbentuknya aurora kemungkinan serupa.
Bagaimana Aurora Terbentuk di Bumi?
Aurora merupakan fenomena cahaya alami yang muncul di langit malam dengan warna hijau, merah, ungu, hingga biru. Fenomena ini umumnya terlihat di wilayah kutub.
Di Bumi, aurora terjadi saat angin matahari bertabrakan dengan medan magnet Bumi. Interaksi ini menyebabkan partikel bermuatan masuk ke atmosfer dan bertumbukan dengan gas seperti oksigen dan nitrogen, sehingga menghasilkan cahaya.
Aurora Juga Ada di Planet dan Bulan Lain
Para ilmuwan menyebutkan bahwa aurora tidak hanya terjadi di Bumi. Fenomena serupa juga telah diamati di sejumlah planet lain seperti Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, dan Uranus.
Menariknya, Ganymede menjadi satu-satunya bulan di tata surya yang memiliki medan magnet sendiri, sehingga memungkinkan terbentuknya aurora.
Peneliti Philippe Gusbin menjelaskan bahwa aurora di Ganymede terjadi akibat presipitasi elektron di atmosfer oksigen yang sangat tipis.
Pengamatan Detail dari Wahana Juno
Kemajuan besar dalam penelitian ini terjadi saat wahana antariksa Juno milik NASA melintas dekat Ganymede pada 7 Juli 2021.
Instrumen spektrograf ultraviolet pada wahana tersebut mampu menangkap aurora dengan resolusi tinggi hingga skala kilometer. Hasilnya, aurora di Ganymede tidak berbentuk tirai cahaya seperti di Bumi, melainkan berupa kumpulan titik-titik cahaya kecil.
Fenomena ini dikenal sebagai “beads”, yang sebelumnya juga pernah diamati pada aurora di Bumi dan Jupiter.
Buka Peluang Penelitian Baru
Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembentukan aurora bisa terjadi secara universal pada benda langit yang memiliki medan magnet dan berinteraksi dengan partikel luar angkasa.
Para ilmuwan berharap misi JUICE (Jupiter Icy Moons Explorer) milik European Space Agency yang dijadwalkan tiba di Jupiter pada 2031 dapat memberikan pengamatan lebih mendalam terkait aurora di Ganymede.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics pada 1 Februari 2026. (detik/A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini