Pematangsiantar, Sinata.id – Pasca libur Lebaran 2026, kawasan wisata Danau Toba kembali menggeliat pada momen libur Jumat Agung dan Paskah tahun ini.
Lonjakan wisatawan pun terjadi, dan mendorong peningkatan arus penyeberangan menggunakan kapal dari Pelabuhan Ajibata menuju Pelabuhan Ambarita, salah satu akses menuju Pulau Samosir di kawasan Danau Toba.
Ratusan kendaraan wisatawan terpantau memadati pelabuhan untuk menyeberang, didominasi pelancong domestik yang memanfaatkan libur panjang. Kawasan Danau Toba yang berstatus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) kembali menjadi tujuan favorit.
Pulau Samosir tetap menjadi daya tarik utama berkat keindahan alam, kekayaan budaya Batak, serta suasana yang relatif tenang, sehingga diminati wisatawan keluarga maupun individu.
Dihubungi melalui Whatsapp (WA), General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Danau Toba, Nikson Ambarita mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menambah frekuensi perjalanan kapal dan memperpanjang jam operasional hingga malam hari.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas wisatawan selama periode dengan permintaan tinggi.
Katanya, Jumat (3/4/2026), meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus penyeberangan tetap berjalan lancar.
Kesiapan armada, termasuk KMP Ihan Batak dan KMP Pora-pora, serta tambahan kapal swasta dengan standar keselamatan yang terjaga, menjadi pendukung kelancaran penyeberangan.
Menurutnya, peningkatan kunjungan menjadi indikator positif bagi pemulihan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba.
Sebelumnya, pada libur panjang Idul Fitri 2026, ASDP mencatat lebih dari 75 ribu penumpang dan 18 ribu kendaraan telah diseberangkan.
Salah seorang wisatawan asal Medan, Junaedi Sembiring, menyebut libur panjang menjadi momentum tepat untuk berwisata bersama keluarga. Ia menilai suasana Samosir yang tenang dan pemandangan alamnya menjadi daya tarik utama.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Danau Toba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus ikon pariwisata berkelanjutan di Indonesia. (A18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini