Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Pematangsiantar

Dinkes Catat 11 Suspek Campak di Siantar, Satu Positif

dinkes catat 11 suspek campak di siantar, satu positif
Ilustrasi. foto: AI

Pematangsiantar, Sinata.id – Kasus penyakit campak mulai ditemukan di Kota Pematangsiantar pada tahun 2026. Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 11 suspek campak sejak Januari hingga Maret, dengan satu kasus dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Urat H Simanjuntak melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Misran, yang menjelaskan bahwa penyebaran campak perlu diwaspadai karena penyakit ini sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang belum memiliki imunisasi lengkap.

Advertisement

Menurut Misran, campak merupakan penyakit infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan dan menular melalui percikan batuk atau bersin. Gejalanya biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga muncul bercak putih di dalam mulut dan ruam merah di seluruh tubuh.

Baca Juga  Bendera One Piece Berkibar Saat Unras di Siantar

“Dari data yang kami himpun, terdapat 11 suspek campak sejak Januari hingga Maret 2026, dan satu kasus telah dinyatakan positif berasal dari Kelurahan Bah Kapul,” ujarnya, Kamis (2/3/2026)

Dinas Kesehatan mencatat suspek campak tersebar di beberapa wilayah, antara lain Tanjung Tongah, Bah Kapul, Pondok Sayur, Sumber Jaya, Naga Pita, Simarito, Martoba, Kristen, dan Timbang Galung.

Kelompok usia yang paling banyak terpapar adalah anak-anak usia 6–10 tahun, sementara sebagian kecil pada usia 1–5 tahun.

“Mayoritas kasus terjadi pada anak usia sekolah, sehingga kami fokus melakukan edukasi dan imunisasi di lingkungan sekolah,” jelas Misran

Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar telah melakukan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran campak, di antaranya:

Baca Juga  Sidak Satpol PP Pematangsiantar Mandek, Dugaan Pelanggaran Izin Tak Ditindak

Penyelidikan epidemiologi terhadap suspek

Pelacakan kontak erat

Pemberian vitamin A

Pengobatan demam

Sosialisasi kepada masyarakat

Imunisasi kejar campak

Penyuluhan kesehatan di sekolah dasar

Selain itu, masyarakat juga diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi disertai ruam.

“Campak dapat dicegah dengan imunisasi MR atau MMR. Kami mengimbau orang tua memastikan anak sudah mendapatkan vaksin lengkap,” tegasnya.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak jika tidak ditangani dengan baik.

“Jika ada gejala campak, segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit agar tidak menular ke orang lain dan dapat ditangani lebih cepat,” tutupnya. (SN10)

Baca Juga  Usai Pematangan di USI, Aliansi Mahasiswa-Masyarakat Nyatakan Siap Turun ke Jalan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini