Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Fenomena Pink Moon 1–2 April 2026: Benarkah Bulan Berwarna Pink? Ini Penjelasannya

fenomena pink moon 1–2 april 2026: benarkah bulan berwarna pink? ini penjelasannya
Ilustrasi pink moon. (unsplash)

Jakarta, Sinata.id – Fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit Indonesia pada awal April 2026.

Bulan purnama yang dikenal sebagai Pink Moon diperkirakan dapat disaksikan pada Rabu (1/4/2026)  malam hingga Kamis (2/4/2026)  dini hari, .

Advertisement

Momen ini menjadi salah satu peristiwa langit yang dinantikan karena keindahannya dan kemudahan dalam pengamatan.

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan fase bulan purnama yang terjadi secara rutin, tetapi memiliki penamaan khusus untuk periode April.

Ia menegaskan, istilah Pink Moon tidak berarti Bulan akan berwarna merah muda.

“Warnanya tetap seperti purnama pada umumnya, yakni putih kekuningan. Penamaan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Amerika Serikat yang kemudian populer di berbagai media,” ujar Thomas, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.

Cara Mengamati Pink Moon

Masyarakat dapat mulai mengamati fenomena ini sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit.

Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat bantu. Namun, penggunaan teleskop atau kamera akan membantu menangkap detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.

Baca Juga  LG Hadirkan Mesin Cuci AI hingga 25 Kg, WashTower Jadi Sorotan

Fenomena ini juga aman untuk diamati dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Secara umum, dampaknya serupa dengan bulan purnama lainnya, yakni meningkatkan pasang air laut akibat posisi Bulan dan Matahari yang hampir segaris dengan Bumi.

Daftar Fenomena Astronomi April 2026

Selain Pink Moon, langit April 2026 akan diramaikan berbagai fenomena menarik lainnya. Berikut jadwalnya:

1–2 April: Pink Moon
Bulan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari sehingga seluruh permukaannya terlihat terang dari Bumi.

Penamaan Pink Moon berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga musim semi seperti moss pink. Purnama April juga dikenal dengan sebutan lain seperti Sprouting Grass Moon, Egg Moon, hingga Fish Moon.

21 April: Waktu Terbaik Melihat Merkurius
Planet Merkurius mencapai elongasi barat terbesar, sekitar 27,4 derajat dari Matahari. Ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati Merkurius di arah timur sebelum matahari terbit.

Baca Juga  Harga iPhone Terbaru Maret 2026 Naik hingga Rp1,5 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

22–23 April: Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor Lyrid aktif pada 16–25 April dan mencapai puncaknya pada malam 22 April hingga dini hari 23 April.

Dalam kondisi langit gelap, fenomena ini dapat menghasilkan sekitar 20 meteor per jam. Lyrid berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher dan dikenal menghasilkan jejak cahaya terang yang bertahan beberapa detik.

27 April: Bulan Baru
Bulan memasuki fase bulan baru, sehingga langit malam menjadi lebih gelap. Kondisi ini ideal untuk mengamati objek langit redup seperti galaksi, gugus bintang, dan nebula.

Waktu Terbaik Menyaksikan Pink Moon

Berdasarkan data Time and Date, puncak fase purnama terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 09.11 WIB.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat menikmati keindahan Pink Moon secara optimal pada malam 1 hingga 2 April.

Baca Juga  Asteroid Raksasa 99942 Apophis Dekati Bumi 2029, Seberapa Aman?

Waktu terbaik untuk mengamati adalah sesaat setelah matahari terbenam. Pada saat itu, Bulan yang berada di ufuk timur akan tampak lebih besar akibat efek ilusi optik atmosfer, dengan semburat warna keemasan.

Lokasi Ideal untuk Pengamatan

Untuk mendapatkan hasil pengamatan terbaik, pilih lokasi terbuka seperti lapangan, dataran tinggi, atau pesisir pantai.

Pastikan area tersebut minim polusi cahaya dan tidak terhalang bangunan atau pepohonan. Setelah terbit, Bulan akan terus bergerak naik hingga mencapai titik tertinggi di langit pada tengah malam.

Asal-usul Nama Pink Moon

Nama Pink Moon berasal dari tradisi masyarakat Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama April dengan mekarnya bunga liar Phlox subulata atau moss pink.

Selain itu, beberapa suku asli Amerika memiliki sebutan lain, seperti Breaking Ice Moon (suku Algonquin) dan Sucker Fish Moon (suku Anishinaabe), yang menandai perubahan musim dan siklus alam. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini