Jakarta, Sinata.id – Di tengah tekanan global yang kian tak menentu, pemerintah mencoba menenangkan pasar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan langsung kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada Presiden Prabowo Subianto, dan hasilnya fiskal Indonesia dinyatakan masih dalam kondisi aman.
Namun, di balik pernyataan optimistis itu, pemerintah tetap memasang sikap waspada tinggi.
Purbaya menegaskan, hingga saat ini kondisi APBN masih cukup solid untuk menahan tekanan, termasuk dari lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik.
“Anggarannya masih aman,” kata Purbaya usai rapat koordinasi.
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi bahwa pemerintah akan menerbitkan Perppu untuk melonggarkan batas defisit anggaran di atas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, situasi saat ini belum memenuhi kategori darurat yang mengharuskan langkah ekstrem tersebut.
Meski APBN dinilai aman, pemerintah tidak menutup mata terhadap risiko yang membayangi. Lonjakan harga energi global, terutama minyak, masih menjadi faktor krusial yang bisa mengubah arah kebijakan fiskal.
Purbaya menegaskan, pemerintah terus menghitung dampak kenaikan harga komoditas terhadap beban anggaran.
“Kalau harga minyak tinggi terus bertahan lama, baru kita hitung ulang,” ujarnya, dikutip Kamis (19/3/2026).
Artinya, status “aman” yang disampaikan saat ini bukan jaminan permanen, melainkan kondisi sementara yang sangat bergantung pada dinamika global.
Di sisi lain, Presiden Prabowo tetap menegaskan garis kebijakan, defisit APBN tidak boleh melebar sembarangan.
Ia bahkan menargetkan disiplin anggaran tetap dijaga, kecuali dalam kondisi krisis besar seperti resesi global.
Sinyal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah kini berada di posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, harus menjaga optimisme pasar dengan memastikan APBN tetap sehat. Di sisi lain, ancaman eksternal terus bergerak liar, dari harga minyak, konflik geopolitik, hingga fluktuasi ekonomi global.
Jika tekanan global mereda, APBN berpeluang tetap stabil. Namun jika krisis berkepanjangan, opsi penyesuaian anggaran, termasuk potensi pelebaran defisit, bisa kembali masuk meja. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini