Medan, Sinata.id – Menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Jasa Marga Group menyiapkan sejumlah langkah strategis di ruas tol Sumatera Utara. Fokus pengamanan dilakukan di Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) serta Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT).
Melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (Regional Nusantara), perusahaan menyiapkan berbagai skema pelayanan untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik. Upaya itu meliputi peningkatan layanan transaksi, pengaturan lalu lintas, perawatan jalan, hingga pengelolaan rest area.
Selain itu, jumlah gardu tol yang beroperasi akan dioptimalkan selama periode mudik. Kegiatan rekonstruksi jalan yang berpotensi menimbulkan kepadatan juga dibatasi. Pengguna jalan turut didorong memanfaatkan informasi lalu lintas melalui aplikasi Travoy.
Senior General Manager Regional Nusantara, Tyas Pramoda Wardhani, berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik. Menurutnya, informasi digital dapat membantu pengendara memilih waktu perjalanan yang lebih lancar.
“Harapan kami masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan dan mengoptimalkan penggunaan informasi digital untuk membantu kelancaran selama mudik,” kata Tyas dalam konferensi pers di kantor Representative Office 1 Jasamarga Nusantara Tollroad, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan itu, pengelola juga memaparkan strategi pengamanan di Tol Belmera, khususnya di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan.
Data proyeksi menunjukkan arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat signifikan. Volume kendaraan di Gerbang Tol (GT) Amplas diprediksi naik 27 persen untuk kendaraan keluar, sementara kendaraan masuk melalui gerbang tersebut diperkirakan meningkat 21,8 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola menambah titik pengisian saldo uang elektronik di area GT Amplas. Fasilitas ini akan tersedia mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri atau pada 14–29 Maret 2026.
Senior Manager RO1JNT, Ahmad Fikri, mengingatkan para pengguna tol agar memeriksa saldo kartu elektronik sebelum melakukan perjalanan.
“Penting untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan agar perjalanan mudik lancar dan nyaman,” ujar Ahmad.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol, Thomas Dwiatmanto, menjelaskan kesiapan layanan di Tol MKTT. Salah satu fokus utama berada di rest area Travoy 65A arah Tebing Tinggi dan 65B arah Medan.
Di lokasi tersebut, pengelola berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur arus kendaraan keluar masuk rest area. Selain itu, ketersediaan bahan bakar di SPBU serta fasilitas pengisian kendaraan listrik juga dipastikan tetap aman.
“Kami mengimbau kepada pengunjung rest area untuk dapat tertib dan memanfaatkan waktu dengan bijak untuk beristirahat secukupnya,” kata Thomas.
Secara keseluruhan, Regional Nusantara memperkirakan sebanyak 4.090.511 kendaraan akan melintasi enam ruas tol yang mereka kelola selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran, yakni 11–31 Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 8,45 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang mencapai 3.771.711 kendaraan.
Untuk Tol Belmera, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 Maret 2026 dengan estimasi 97.187 kendaraan, atau naik 11,18 persen dari kondisi normal. Sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 24 Maret 2026 dengan volume sekitar 92.462 kendaraan.
Sedangkan di Tol MKTT, puncak mudik juga diprediksi berlangsung pada 17 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan sekitar 19.133 unit, meningkat 17,44 persen dari volume normal.
Selain arus mudik, lonjakan kendaraan wisata diperkirakan terjadi pada 22 Maret 2026 dengan estimasi 22.979 kendaraan atau naik lebih dari 41 persen. Adapun puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026 dengan volume sekitar 22.470 kendaraan. (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini