Ponorogo, Sinata.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan setelah video yang memperlihatkan menu bandeng presto berisi belatung viral di media sosial. Makanan tersebut diketahui berasal dari paket MBG yang dibagikan kepada siswa di wilayah Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat bandeng presto yang masih berada di dalam kemasan diduga mengandung belatung hidup. Video tersebut langsung memicu reaksi publik dan menimbulkan pertanyaan soal pengawasan keamanan pangan dalam program tersebut.
Baca Juga: Viral Roti Program MBG Berisi Belatung di Jepara, Orang Tua Siswa PAUD Panik Saat Cek Bekal Anak
Setelah video tersebut viral, pihak pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Ngrayun akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Pengelola Dapur Minta Maaf
SPPG Cahaya Ngrayun mengakui adanya kelalaian dalam proses penanganan makanan yang berujung pada temuan belatung di menu MBG tersebut.
Dalam pernyataannya, pengelola dapur juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi.
Mereka menjelaskan bahwa menu bandeng presto yang dibagikan kepada siswa tidak dimasak langsung di dapur SPPG. Produk tersebut dibeli dari pihak pemasok yang bekerja sama dengan mereka.
“Kami membeli bandeng presto dari supplier dan packing dengan vakum di dapur,” ujar pihak SPPG dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/3/2026).
Dikemas Ulang di Dapur SPPG
Menurut penjelasan pihak pengelola, bandeng presto yang berasal dari supplier kemudian dikemas ulang menggunakan metode vakum di dapur SPPG sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Menu tersebut merupakan bandeng presto tulang lunak, yang secara alami memiliki tekstur lembek dan aroma khas ikan bandeng.
Meski demikian, pihak SPPG menyatakan proses pengemasan dan distribusi sebenarnya telah mengikuti prosedur keamanan pangan yang berlaku.
Namun mereka tetap mengakui adanya kekeliruan dalam proses penanganan makanan yang menyebabkan kejadian tersebut.
Janji Ganti Menu MBG
Sebagai langkah tanggung jawab, pihak SPPG memastikan akan mengganti menu MBG yang bermasalah tersebut.
Penggantian makanan disebut akan dilakukan pada distribusi berikutnya, sementara biaya penggantian ditanggung oleh pihak mitra penyedia makanan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan siswa tetap menerima menu program MBG tanpa terganggu oleh insiden tersebut. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini