Teheran, Sinata.id — Retorika perang antara Amerika Serikat dan Iran semakin tajam. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru terhadap Teheran dengan menyatakan serangan militer terhadap Iran bisa diperluas dan diperkeras jika konflik terus berlanjut.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump memperingatkan bahwa Iran akan “dihantam sangat keras,” bahkan mengisyaratkan kemungkinan penambahan target baru yang sebelumnya belum diserang.
Pernyataan itu muncul ketika perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran memasuki fase eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: IRGC Kirim Sinyal Perang Panjang: Iran Klaim Siap Hadapi AS–Israel Berbulan-bulan
Trump menilai tekanan militer yang dilakukan Washington bersama Israel telah membuat Iran berada dalam posisi sulit. Ia bahkan menyebut bahwa sejumlah pejabat Iran dapat menjadi sasaran berikutnya dalam operasi militer yang sedang berlangsung.
Iran Menolak Tunduk
Ancaman dari Washington langsung direspons keras oleh Teheran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak tuntutan Amerika Serikat yang meminta Iran menyerah tanpa syarat.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Pezeshkian menegaskan bahwa tuntutan tersebut tidak realistis.
Ia menyebut gagasan Iran menyerah sebagai “sebuah mimpi” bagi Washington.
Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak mencari konflik dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk, namun siap memberikan respons jika negaranya diserang.
“Ketika kami diserang, kami tidak punya pilihan selain merespons,” kata Pezeshkian, dikutip Minggu (8/3/2026).
Konflik ini bermula dari operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026, yang memicu rangkaian serangan balasan dari Teheran.
Sejak saat itu, perang tidak lagi terbatas pada wilayah Iran dan Israel saja. Serangan misil, drone, dan operasi udara dilaporkan terjadi di berbagai titik di Timur Tengah, termasuk pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Laporan terbaru juga menyebut konflik telah menewaskan lebih dari seribu orang di Iran serta ratusan korban di negara-negara sekitar akibat serangan lintas wilayah. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini