Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hiburan

5 Kunci Utama Menjaga Stamina Saat Traveling di Bulan Ramadan

5 kunci utama menjaga stamina saat traveling di bulan ramadan
ilustrasi

Jakarta, Sinata.id – Menjalani ibadah puasa bukan lagi menjadi penghalang bagi para pelancong untuk tetap melakukan mobilitas wisata. Dengan pemilihan strategi yang tepat, aktivitas traveling selama bulan Ramadan justru menawarkan pengalaman yang lebih eksklusif dan tenang dibandingkan hari-hari biasa.

Kunci utama dalam berwisata saat berpuasa terletak pada penyesuaian ritme perjalanan. Berikut adalah rincian panduan untuk menjaga kenyamanan perjalanan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah:

Advertisement

Pemilihan lokasi menjadi krusial untuk menghemat tenaga. Wisatawan disarankan memilih destinasi atau landmark kota yang memiliki akses transportasi publik yang mumpuni. Hal ini bertujuan meminimalisir aktivitas fisik yang berlebihan, seperti berjalan kaki terlalu jauh di bawah terik matahari.

Baca Juga  Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Menyusui di Bulan Ramadan

Selain itu, penerapan konsep slow travel atau perjalanan santai sangat dianjurkan. Dibandingkan mengejar banyak titik dalam satu hari, pelancong dapat lebih fokus menikmati satu atau dua lokasi dengan tempo yang lebih lambat agar perjalanan terasa lebih bermakna tanpa menguras energi.

Sore hari menjadi waktu paling ideal bagi wisatawan untuk mengeksplorasi tempat baru. Selain suhu udara yang mulai menurun, aktivitas di sore hari dapat sekaligus menjadi momen menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit. Bonus visual berupa pemandangan matahari terbenam menjadi daya tarik tambahan bagi pelancong yang beraktivitas di waktu ini.

Baca: http://Vibes Maret untuk Aries: Energi Besar untuk Bahagia, Tapi Kesehatan PR Utama

Baca Juga  Warga Kisaran Berburu Perlengkapan Lebaran

Menjaga Asupan Nustrisi dan Vitalitas

Ketahanan fisik saat berwisata sangat bergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka. Tenaga medis dan praktisi gaya hidup menyarankan beberapa hal berikut:

Kewajiban Sahur: Melewatkan sahur sangat tidak dianjurkan karena dapat memicu kelelahan dini dan menurunkan suasana hati (mood) selama di perjalanan.

Komposisi Nutrisi: Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

Hidrasi: Memastikan kecukupan air putih saat malam hari hingga waktu sahur.

Hindari Makanan Berminyak: Mengurangi konsumsi gorengan agar tubuh tetap terasa ringan dan nyaman saat bergerak.

Melakukan perjalanan di bulan Ramadan juga memberikan keuntungan tersendiri, yakni kondisi destinasi wisata yang cenderung lebih sepi. Hal ini memungkinkan wisatawan menikmati suasana dengan lebih privat dan nyaman. (A58)

Baca Juga  Wow! Taylor Swift Guyur Bonus Rp 3,1 Triliun untuk Seluruh Kru

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini