Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Diplomasi Harus Dikencangkan, DPR Soroti Eskalasi Konflik Timur Tengah

diplomasi harus dikencangkan, dpr soroti eskalasi konflik timur tengah
Andina Teras Narang

Jakarta, Sinata.id – Dentum konflik di Timur Tengah kembali menggema dan memantik kekhawatiran dunia. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, suara dari parlemen Indonesia ikut menyerukan kehati-hatian dan peneguhan jalur damai.

Anggota Komisi I DPR RI, Andina Theresia Narang, menilai perkembangan situasi tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan kawasan semata.

Advertisement

Serangan militer yang diarahkan ke wilayah Iran, menurutnya, telah memicu reaksi keras komunitas internasional dan membuka kemungkinan konflik yang lebih luas dengan konsekuensi global.

Baca juga:  DPR Minta Pemerintah Bersiap Hadapi Dampak Penutupan Selat Hormuz-Iran

“Situasi di Timur Tengah harus disikapi dengan prioritas utama pada diplomasi dan dialog. Perang bukan solusi. Kita semua harus mengutamakan upaya damai untuk menjaga stabilitas, demi mencegah jatuhnya korban dan meminimalkan dampak yang lebih luas,” ujar Andina di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga  Pesawat Kargo Jatuh di Hong Kong, Satu Staf Hilang

Ia menggarisbawahi bahwa eskalasi militer berpotensi menciptakan gelombang instabilitas baru, bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga terhadap ekonomi global.

Ketegangan bersenjata, kata dia, dapat berimbas pada pasar energi, nilai tukar, hingga rantai pasok internasional yang selama ini sudah berada dalam tekanan.

Dalam konteks itu, Andina menyatakan dukungannya terhadap langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah Indonesia.

Ia memastikan DPR RI akan terus mendorong peran aktif Indonesia di berbagai forum internasional guna meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Bagi Andina, keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian bukan sekadar pilihan politik, melainkan bagian dari mandat konstitusi untuk turut menjaga ketertiban dunia. Karena itu, jalur bilateral maupun multilateral dinilai perlu dimaksimalkan agar konflik tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan.

Baca Juga  Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Macron Kutuk Serangan ke Pasukan UNIFIL

Di dalam negeri, ia menekankan pentingnya sinergi antara DPR, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi intensif diperlukan untuk memitigasi dampak konflik terhadap Indonesia, terutama dalam menjamin perlindungan warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak.

Kesiapan evakuasi, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, hingga pemantauan situasi lapangan harus menjadi perhatian utama. “Keselamatan WNI adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Selain aspek perlindungan warga, Andina juga mengingatkan pemerintah untuk bersiap menghadapi potensi gejolak ekonomi. Fluktuasi harga energi, pergerakan nilai tukar, dan gangguan distribusi global harus diantisipasi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati serta responsif.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang terukur dan transparan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak terjebak dalam spekulasi.

Baca Juga  Iran Terapkan Blokade Selat Hormuz, Ribuan Kapal Tertahan dan Wacana Biaya Transit Muncul

Menutup pernyataannya, Andina memastikan DPR akan terus mengawal langkah strategis pemerintah dalam merespons dinamika global tersebut. Baginya, menjaga kepentingan nasional dan berkontribusi pada perdamaian dunia adalah dua hal yang berjalan beriringan.

Di tengah memanasnya suhu geopolitik, seruan untuk menempatkan diplomasi di garis depan kembali ditegaskan. Sebab ketika senjata berbicara, dampaknya kerap melampaui batas wilayah dan dunia, sekali lagi, diingatkan tentang rapuhnya perdamaian. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini