Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Sains & Teknologi

Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Menyusui di Bulan Ramadan

tips aman berpuasa untuk ibu menyusui di bulan ramadan
ilustrasi

Jakarta, Sinata.id – Ramadan membawa semangat ibadah yang tinggi, namun bagi ibu menyusui, bulan puasa sering menimbulkan pertanyaan: apakah aman berpuasa tanpa mengganggu kebutuhan si kecil?

Melansir Kumparan, dr Aisya Fikritama SpA mengatakan, keputusan ibu menyusui untuk berpuasa harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti usia bayi, frekuensi menyusu, serta kondisi kesehatan ibu. Tidak semua ibu menyusui cocok berpuasa, dan setiap keputusan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh serta kebutuhan bayi.

Advertisement

Memahami Kualitas ASI Saat Puasa

Salah satu kekhawatiran umum adalah apakah puasa menurunkan kualitas ASI. Dokter Aisya menegaskan, bagi ibu sehat dengan asupan cukup saat sahur dan berbuka, kualitas ASI tetap stabil.

Protein dan lemak dalam ASI dipertahankan oleh mekanisme tubuh, meski frekuensi menyusu bisa berkurang jika ibu terlalu lelah atau kurang cairan. Disarankan, ibu mengonsumsi 2-3 liter cairan per hari dan tambahan kalori sekitar 500-600 kilokalori.

Baca Juga  Perang AI Makin Panas, AS Kirim Ahli STEM ke Negara Berkembang

Makronutrien ASI seperti protein, lemak, dan karbohidrat tetap relatif stabil meski ibu berpuasa, sementara beberapa mikronutrien bisa berkurang jika asupan sangat kurang dalam jangka panjang.

Namun, tubuh akan lebih dulu memprioritaskan produksi ASI, sehingga kondisi ibu biasanya yang terdampak terlebih dahulu jika kekurangan nutrisi atau cairan.

Baca:Β http://3 Kreasi Pisang Praktis untuk Takjil, dari Goreng Madu hingga Bolu Kukus

Tanda Bayi dan Pemantauan Kecukupan ASI

Kebiasaan bayi rewel saat menyusu tidak selalu menandakan ASI berkurang. Banyak faktor yang memengaruhi, termasuk fase growth spurt, rasa tidak nyaman, atau kebutuhan frekuensi menyusu yang meningkat.

Evaluasi tanda-tanda kecukupan ASI dapat dilakukan dengan memperhatikan jumlah BAK bayi (4-6 kali per hari) dan kenaikan berat badan yang stabil.

Baca Juga  Melampaui China, Kereta Maglev Baru Jepang Tembus 603 Km per jam

Ibu dengan bayi di bawah usia 6 bulan perlu lebih waspada karena bayi masih sepenuhnya bergantung pada ASI. Pemantauan kondisi ibu dan kecukupan ASI menjadi lebih penting dibanding bayi yang sudah menerima MPASI.

Mitos dan Fakta Seputar ASI Saat Puasa

Beberapa mitos kerap beredar, seperti ASI menjadi lebih encer ketika ibu berpuasa. Faktanya, foremilk dan hindmilk memang berbeda kekentalannya, tetapi puasa tidak langsung memengaruhi kualitas ASI selama ibu cukup hidrasi.

Bagi ibu dengan riwayat anemia atau kurang gizi, berpuasa perlu dievaluasi secara hati-hati. Kekurangan gizi atau kondisi anemia yang tidak terkontrol dapat memengaruhi stamina dan produksi ASI.

Kondisi yang Membolehkan Ibu Tidak Berpuasa

Baca Juga  Ramadan Fair XX di Medan Hadirkan 171 Stan UMKM

Dokter Aisya menekankan, ibu menyusui sebaiknya tidak memaksakan puasa jika muncul tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, urine pekat, pusing, lemas, atau hampir pingsan. Kondisi ini bisa menurunkan produksi ASI dan memengaruhi berat badan bayi. Keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas.

β€œKalau ibu menyusui, terutama yang punya bayi di bawah 6 bulan, sangat tidak disarankan untuk puasa jika muncul tanda-tanda dehidrasi. Dalam kondisi itu, batalkan puasa demi kesehatan ibu dan bayi,” tutupnya. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini