Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Perketat Kendali Media Sosial: Rusia Blokir WhatsApp, Instagram, Facebook dan Telegram

perketat kendali media sosial: rusia blokir whatsapp, instagram, facebook dan telegram
Ilustrasi. Gambar ai

Moskow, Sinata.id – Pemerintah Rusia memblokir akses terhadap empat platform media sosial dan pesan instan populer, yakni WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Telegram, dengan mencabutnya dari direktori daring nasional. Kebijakan ini membuat layanan-layanan tersebut tidak lagi dapat diakses secara normal oleh pengguna di wilayah Rusia.

Langkah tersebut diambil setelah pemerintah sebelumnya memperingatkan sejumlah platform asing agar mematuhi ketentuan hukum domestik, termasuk kewajiban penyimpanan data pengguna di dalam negeri. Pemblokiran WhatsApp disebut berdampak pada lebih dari 100 juta pengguna di Rusia.

Advertisement

Dalam pernyataan yang diunggah di platform X dan dikutip CNBC, pihak WhatsApp belum lama ini menyatakan, β€œHari ini pemerintah Rusia berupaya memblokir WhatsApp sepenuhnya untuk mendorong orang-orang beralih ke aplikasi mata-mata milik negara.”

Baca Juga  Lengkap! Kisi-Kisi TKA SD 2026 Matematika dan Bahasa Indonesia

Perusahaan itu juga menambahkan, β€œUpaya untuk mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari komunikasi yang private dan aman adalah langkah mundur dan hanya akan menurunkan tingkat keamanan pengguna di Rusia. Kami akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga pengguna agar tetap terhubung.”

Baca juga:Β Makam Berusia Seribu Tahun Ditemukan di Panama, Dipenuhi Artefak Emas

Otoritas Rusia sebelumnya mendorong masyarakat menggunakan aplikasi pesan lokal bernama Max sebagai alternatif. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan aplikasi tersebut telah tersedia bagi warga dan terus dikembangkan.

β€œMax adalah alternatif yang mudah diakses, aplikasi pesan yang sedang berkembang, aplikasi pesan nasional. Dan aplikasi ini tersedia di pasaran untuk warga negara (Rusia),” ujarnya.

Baca Juga  Internet HP Sering Putus Nyambung? Simak Langkah Mengatasinya

Badan pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor, menilai sejumlah platform asing tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, termasuk kewajiban penyimpanan data di dalam negeri dan pencegahan penyalahgunaan layanan untuk aktivitas kriminal maupun terorisme.

Pemerintah Rusia menyatakan penguatan aplikasi domestik dilakukan untuk meningkatkan perlindungan warga dari penipuan serta ancaman keamanan.

Namun, kebijakan pemblokiran Telegram memicu kekhawatiran di sejumlah wilayah, termasuk daerah perbatasan dengan Ukraina yang selama ini memanfaatkan aplikasi tersebut untuk menerima informasi peringatan serangan.

β€œSaya khawatir ini dapat memperlambat arus informasi, jika situasinya memburuk,” kata salah satu gubernur di wilayah tersebut. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini