Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem 23–26 Februari 2026, 21 Wilayah Waspada

bmkg keluarkan peringatan cuaca ekstrem 23–26 februari 2026, 21 wilayah waspada
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang akan melanda puluhan wilayah di Indonesia pada 23 hingga 26 Februari 2026. Kondisi ini berisiko menimbulkan hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, yang memaksa masyarakat memperketat kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan hingga dampak lainnya.

Peringatan ini tidak datang tanpa alasan. Analisis BMKG menunjukkan bahwa Monsun Asia sedang menguat, sehingga massa udara lembap dan tidak stabil diperkirakan membawa hujan intensitas tinggi disertai angin kencang di sejumlah provinsi. Fenomena ini memperluas area risiko cuaca buruk hingga menjadi perhatian serius lembaga cuaca nasional.

Advertisement

Baca Juga: Lewat PPG, Kemenag Pastikan Guru Bersertifikat dan Sejahtera

21 Wilayah Berstatus Waspada dan Siaga Cuaca Ekstrem

Baca Juga  Pemasangan Kabel Internet Malam-malam, Lurah: Tanpa Izin

Dikutip Minggu (22/2/2026), BMKG menetapkan wilayah-wilayah berbeda berdasarkan tingkat potensi cuaca ekstrem:

  • Wilayah Waspada: hujan sedang hingga lebat yang berpotensi diiringi angin kencang meliputi banyak provinsi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
  • Wilayah Siaga: paparan hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di sedikitnya 6 daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

BMKG juga mencatat beberapa provinsi telah berada dalam status peringatan dini cuaca, dengan hujan yang bisa disertai kilat, petir dan angin kencang. Peringatan ini mencakup wilayah seperti Kalimantan Selatan, Bengkulu, Papua dan Riau dalam rentang waktu tertentu hari ini.

Direktur BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini memicu awan-awan konvektif yang kuat di beberapa wilayah, sehingga fenomena hujan ekstrem dapat cepat berubah menjadi badai lokal. Intensitas hujan dengan debit tinggi dapat berlangsung dalam durasi singkat tetapi memberi dampak besar.

Baca Juga  65 Santri Masih Hilang dalam Kejadian Horor Musala Ponpes Ambruk di Sidoarjo

Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Laut dan Darat

Tidak hanya hujan deras, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang terutama di daerah pesisir dan laut. Angin kencang ini diprediksi dapat mempercepat gelombang besar di perairan tertentu, yang berisiko mengganggu transportasi laut dan keselamatan nelayan kecil.

Langkah antisipasi dan keselamatan menjadi fokus utama BMKG. Masyarakat dihimbau agar terus memperbaharui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi peringatan dini. BMKG juga meminta warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada saat kondisi cuaca mencapai puncak ekstrem.

Imbauan BMKG: Waspada 24 Jam Penuh

BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem ini bukan fenomena sesaat. Potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi siang maupun malam, bahkan saat aktivitas masyarakat sedang tinggi. Curah hujan yang intens dapat menyebabkan aliran permukaan yang cepat naik, sehingga risiko banjir dan tanah longsor pun meningkat terutama di wilayah rawan.

Baca Juga  BMKG Ingatkan Warga di 14 Wilayah Termasuk Jakarta, Jateng, Banten Siaga Cuaca Ekstrem

Peringatan ini pun datang di saat masyarakat masih dalam masa adaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika cuaca yang lebih tidak menentu. BMKG mengingatkan bahwa memahami risiko dan mengambil tindakan pencegahan sejak dini adalah kunci untuk mengurangi potensi korban dan kerugian harta benda. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini