Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Kembali kepada Tuhan di Tengah Pergumulan Bangsa

kembali kepada tuhan di tengah pergumulan bangsa
Kembali kepada Tuhan di Tengah Pergumulan Bangsa

Oleh: Kolom Rohani

Di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara tantangan ekonomi, persoalan hukum, konflik sosial, hingga krisis moral masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya fondasi spiritual yang kokoh. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi tidak selalu diiringi dengan kedewasaan rohani. Karena itu, firman Tuhan kembali menjadi sumber kekuatan dan arah hidup bagi banyak orang di berbagai daerah.

Advertisement

Firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:14 menyatakan:

“Dan umat-Ku yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.”

Ayat ini tidak hanya berbicara kepada individu, tetapi juga memiliki makna kolektif bagi sebuah bangsa. Pemulihan tidak dimulai dari kebijakan semata, tetapi dari hati yang merendah di hadapan Tuhan. Ketika manusia bersedia mengakui kelemahan dan berbalik dari kesalahan, di sanalah pintu pemulihan dibukakan.

Baca Juga  Pandangan Islam terhadap Konflik di Timur Tengah

Tantangan Zaman dan Panggilan Iman

Perkembangan zaman membawa banyak kemudahan, namun juga godaan. Nilai kejujuran, kesetiaan, dan kasih sering kali tergerus oleh ambisi serta kepentingan pribadi. Dalam konteks ini, firman Tuhan dalam Roma 12:2 mengingatkan:

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.”

Pembaharuan budi berarti perubahan pola pikir dan sikap hidup. Bangsa yang kuat bukan hanya ditopang oleh sumber daya alam atau kekuatan ekonomi, tetapi oleh karakter masyarakatnya. Ketika keluarga-keluarga hidup dalam takut akan Tuhan, ketika pemimpin berjalan dalam integritas, dan ketika generasi muda menjunjung kebenaran, maka sendi-sendi bangsa akan semakin kokoh.

Kedamaian Sejati Berasal dari Tuhan

Baca Juga  Mengenal Tuhan Yesus Lebih Dalam, Sumber Hidup yang Sejati

Di berbagai kota dan desa, banyak orang bergumul dengan tekanan hidup. Namun firman Tuhan dalam Matius 11:28 memberi pengharapan:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Janji ini bersifat universal. Setiap orang tanpa memandang latar belakang diundang untuk datang kepada Tuhan dan menerima kelegaan. Damai sejahtera yang sejati bukan berasal dari keadaan yang sempurna, melainkan dari hati yang bersandar kepada-Nya.

Renungan ini menjadi ajakan bersama agar seluruh lapisan masyarakat menjadikan firman Tuhan sebagai pelita dalam kehidupan sehari-hari. Mazmur 119:105 menyatakan:

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Ketika firman Tuhan menjadi pedoman, keputusan diambil dengan bijaksana, hubungan dibangun dengan kasih, dan kehidupan dijalani dengan pengharapan. Indonesia sebagai bangsa yang beragam akan semakin kuat apabila warganya menghidupi nilai-nilai kebenaran dan kasih.

Baca Juga  Benih Kejahatan dalam Hati Manusia: Refleksi Filipi 4:8 tentang Pikiran dan Perilaku

Marilah kita menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mendekat kepada Tuhan. Rendahkan hati, perbaiki langkah, dan hiduplah dalam kebenaran. Sebab ketika manusia kembali kepada Sang Pencipta, di sanalah damai, pengharapan, dan pemulihan sejati ditemukan. Kiranya firman Tuhan menuntun langkah kita, menerangi bangsa ini, dan membawa setiap pribadi semakin dekat kepada-Nya. (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini