Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.
Pematangsiantar – Alkitab berulang kali menegaskan pentingnya melindungi dan memperhatikan kelompok masyarakat yang lemah, khususnya orang asing, anak yatim, dan janda. Pesan tersebut menjadi peringatan moral sekaligus panggilan iman bagi setiap orang percaya.
Dalam Keluaran 22:21–27, umat Tuhan diingatkan untuk tidak menindas orang asing, anak yatim, maupun janda. Perikop tersebut menegaskan bahwa tindakan memeras atau mengabaikan mereka akan mendatangkan murka Tuhan. Prinsip ini menunjukkan bahwa keadilan sosial dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari kehidupan iman.
Pesan serupa juga ditegaskan dalam Yakobus 1:27, yang menyatakan bahwa ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Tuhan adalah mengunjungi yatim piatu dan janda dalam kesusahan mereka, serta menjaga diri dari pengaruh dunia. Ayat ini menempatkan tindakan kasih sebagai ukuran nyata dari iman yang hidup.
Selain itu, Mazmur 146:9 menyebutkan bahwa Tuhan menjaga orang asing dan menegakkan kedudukan anak yatim serta janda. Pernyataan ini menegaskan bahwa Tuhan tidak tinggal diam terhadap penderitaan mereka, melainkan hadir sebagai pelindung dan pembela.
Mazmur 94:5–6,23 juga mengingatkan bahwa segala tindakan penindasan terhadap kelompok lemah tidak luput dari perhatian Tuhan. Setiap perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal sesuai dengan keadilan-Nya.
Pesan-pesan tersebut mengajak umat percaya untuk tidak hanya menghindari penindasan, tetapi juga aktif menunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Kepedulian terhadap sesama menjadi wujud nyata dari iman dan kasih yang diajarkan dalam Alkitab.
Menjelang perayaan Paskah, setiap orang percaya diingatkan untuk mempraktikkan iman melalui tindakan nyata: melindungi yang lemah, menolong yang tertindas, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Iman yang hidup tidak hanya diucapkan, tetapi dibuktikan melalui kepedulian kepada sesama. Shalom. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini