Jakarta, Sinata.id – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan dua unit puskesmas pengganti yang hancur akibat bencana alam di Aceh. Peresmian dilakukan untuk memulihkan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat.
Kedua fasilitas kesehatan yang dibangun ulang itu berlokasi di Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, serta wilayah Jambur Lak-Lak, Kabupaten Aceh Tenggara. Proses pembangunan kedua puskesmas tersebut diklaim rampung dalam kurun waktu tiga minggu.
“Ada dua Puskesmas yang hancur total di Aceh, satu di Lokop, Aceh Timur, dan satu lagi di Jambur Lak-Lak, Aceh Tenggara. Alhamdulillah, keduanya bisa dibangun dan diselesaikan dalam waktu tiga minggu, dan hari ini kita resmikan agar bisa langsung melayani masyarakat,” ujar Budi, melansir laman Kemenkes, Senin (16/2/2025)
Menkes menjelaskan, percepatan rehabilitasi infrastruktur kesehatan tersebut terwujud berkat kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) disebut berperan dalam pelaksanaan konstruksi agar bangunan dapat segera difungsikan pascabencana.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,” lanjutnya.
Agar puskesmas dapat segera beroperasi, Kementerian Kesehatan juga menggandeng sektor swasta. Bantuan alat kesehatan dan mebiler disuplai oleh PT Pegadaian dan PT Jayamas Medica Industri Tbk.
Selain rehabilitasi fasilitas, Kemenkes mencatat telah mendistribusikan bantuan logistik kesehatan ke berbagai wilayah di Aceh. Bantuan tersebut berasal dari Yayasan Amanah Bakti Negeri dan mencakup tiga unit ambulans, tiga unit motor layanan kesehatan, 35 perangkat Starlink, 35 genset, serta 35 unit filter air bersih.
“Kami menerima dan menyalurkan bantuan dari Yayasan Amanah Bakti Negeri berupa ambulans dan berbagai sarana pendukung layanan kesehatan. Bantuan ini sangat membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di daerah terdampak,” kata Menkes.
Dalam kesempatan yang sama, Budi turut menyoroti kondisi hunian para tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Pihaknya mengaku rutin melakukan pemantauan setiap dua minggu untuk memastikan proses penggantian biaya dan perbaikan rumah nakes dapat segera direalisasikan.
“Kami rutin memantau setiap dua minggu agar rumah para tenaga kesehatan bisa mendapatkan biaya perbaikan. Harapannya sebelum Ramadan dan Lebaran, mereka sudah bisa kembali ke rumah, beristirahat dengan nyaman, dan bekerja optimal melayani masyarakat,” jelas Budi.
Kementerian Kesehatan memastikan akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Langkah ini ditempuh untuk memulihkan layanan kesehatan serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini